OIKN-Mitra Bersih-Bersih hingga Tekan Perubahan Iklim dari Tanah Merah

Pungut sampah di Tanah Merah
Sejumlah peserta memungut sampah di kawasan Pantai Tanah Merah. (Foto: Ist/ Humas OIKN)

 218 total views,  218 views today

Samboja, wartaikn.com –  Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) bersama sejumlah mitra menggelar aksi bersih pantai dan penanaman mangrove pada Sabtu (13/6/2026), di Pantai Tanah Merah, Kelurahan Tanjung Harapan, Kecamatan Samboja, guna menjaga keindahan sekaligus menekan perubahan iklim.

Kegiatan ini merupakan rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Tahun 2026 dengan mengusung tema “Saatnya Beraksi untuk Iklim”.

Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam OIKN, Myrna Asnawati Safitri, menjelaskan bahwa Pantai Tanah Merah masuk dalam wilayah delineasi IKN dan memiliki peran strategis sebagai penyangga ekosistem pesisir.

Oleh karena itu, pengelolaannya membutuhkan sinergi dari seluruh elemen, baik pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, maupun mitra lingkungan.

“Ini bukan hanya seremonial, melainkan aksi nyata yang kami wujudkan bersama mitra. Hari ini kita membersihkan pantai sekaligus menanam 350 bibit mangrove. Angka ini memang belum cukup, namun upayanya tidak berhenti di sini. Pemulihan ekosistem bakau di kawasan IKN akan terus dilakukan secara berkelanjutan,” tegas Myrna.

Selain penanaman, peserta juga mengikuti sesi edukasi pengelolaan sampah dan peran penting hutan bakau. Hasil kerja sama tersebut, terkumpul sebanyak 202,7 kilogram sampah yang langsung dipilah dan ditimbang sesuai jenisnya agar dapat dikelola dengan lebih baik.

Dukungan penuh juga datang dari PT Pertamina Hulu Mahakam. Melalui Kepala Lapangan Senipah, Peciko, dan South Mahakam, Billy Sunyoto, perusahaan menyumbangkan 500 bibit bakau jenis Rhizophora mucronata atau bakau hitam.

“Kami berkomitmen mendukung setiap langkah OIKN menjaga lingkungan, terutama di wilayah tempat kami beroperasi,” ujar Billy.

Camat Samboja, Damsik, menyampaikan apresiasi tinggi. Menurutnya, kegiatan ini melengkapi upaya pemulihan lingkungan yang telah berjalan, termasuk di lahan bekas tambang.

“Ini bukti nyata kepedulian kita bersama. Bukan hanya janji, tapi tindakan nyata untuk masa depan lingkungan Samboja,” katanya.

Myrna menambahkan bahwa menjaga pesisir tidak cukup hanya dengan menanam pohon, tetapi butuh perubahan kebiasaan.
Ia mengajak warga dan pengunjung tidak membuang sampah sembarangan serta membiasakan memilah sampah.

Perlindungan lingkungan dan pengendalian iklim tidak bisa dilakukan sendirian, harus menjadi gerakan bersama dan gaya hidup semua orang.

wartaikn.com @ 2023