Tiga KTH di Sepatin Buktikan Manfaat Ekonomi dari Rehabilitasi Mangrove

Manager M4CR PPIU Kaltim, Asman Aziz dan Perwakilan tiga KTH binaan M4CR memaparkan pengalaman rehabilitasi mangrove di Desa Sepatin. (wartaikn.com/Ary)
Manager M4CR PPIU Kaltim Asman Aziz (paling kiri) bersama Perwakilan tiga KTH binaan M4CR memaparkan pengalaman rehabilitasi mangrove di Desa Sepatin. (wartaikn.com/Ary)

 196 total views,  196 views today

Kutai Kartanegara, wartaikn.com – Tiga Kelompok Tani Hutan (KTH) binaan Program Mangroves for Coastal Resilience (M4CR) di Desa Sepatin, Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara, memaparkan pengalaman mereka merasakan manfaat ekonomi dari rehabilitasi mangrove di hadapan awak media, Jumat (31/07/2026).

Ketiga kelompok itu adalah KTH Gemilang Sejahtera Abadi, KTH Peduli Hutan Mangrove, dan KTH Mangrove Borneo.

Ketua KTH Mangrove Borneo, Andi Firman Syah, yang juga berprofesi sebagai petani tambak sejak 1995, menceritakan bagaimana penanaman mangrove membantu memulihkan produktivitas tambaknya yang sempat menurun akibat pembukaan lahan besar-besaran di masa lalu.

“Setelah adanya rehabilitasi ini, saya pribadi sebagai petambak merasakan dampak hasil yang dihasilkan. Alhamdulillah sekarang sudah mulai kembali,” ujar Andi Firman.

Ia menjelaskan, tanaman mangrove jenis rhizophora yang ditanam di kawasan tambaknya berfungsi sebagai filter alami yang menyaring air tercemar sebelum masuk ke tambak, sehingga meningkatkan tingkat kelangsungan hidup bibit udang dan ikan yang dibudidayakan.

Sementara itu, Ketua KTH Peduli Hutan Mangrove, menuturkan keterlibatan kelompoknya dalam program M4CR sejak 2025 turut memberi dampak ekonomi signifikan bagi warga Desa Sepatin, mulai dari penyerapan tenaga kerja penanaman hingga pengadaan bibit.

“Manfaat yang dibawa program ini selain dari sisi lingkungan yang menjaga kelestarian alam, juga memberikan dampak perekonomian yang sangat luar biasa,” ujarnya.

Ketua KTH Gemilang Sejahtera Abadi, Asharuddin, menambahkan, keberhasilan rehabilitasi mangrove dapat diukur langsung dari peningkatan hasil panen tambak.

Ia mencontohkan salah satu tambak seluas 40 hektare milik kerabatnya yang telah lebih dulu ditanami mangrove secara mandiri sejak lama, kini mampu menghasilkan panen udang hingga skala ton setiap siklus panen.

“Keberhasilan rehabilitasi mangrove itu dari segi panennya tambak. Ada bukti nyata, tambak yang mangrovenya sudah lebat hasilnya bisa mencapai ton per empat bulan,” ujar Asharuddin.

Ketiga perwakilan KTH turut menyampaikan harapan agar dukungan pemerintah tidak berhenti pada tahap penanaman, melainkan berlanjut hingga tahap pemeliharaan mangrove yang membutuhkan waktu hingga dua sampai tiga tahun agar tumbuh optimal dan tahan terhadap gangguan hama seperti ulat dan sampah yang terbawa arus.

Berdasarkan data resmi M4CR, tiga kelompok ini mencatatkan tingkat keberhasilan tumbuh tanaman mangrove yang bervariasi pada 2025, yakni KTH Mangrove Borneo 69 persen, KTH Gemilang Sejahtera Abadi 80 persen, dan KTH Peduli Hutan Mangrove 61 persen, dari total area penanaman puluhan hektare di kawasan Desa Sepatin [Ary]

wartaikn.com @ 2023