UKM Sepatin Sulap Limbah Jadi Produk Bernilai Ekonomi

Ketua UKM Mawar, Nur Aliyah
Ketua UKM Mawar, Nur Aliyah. (Foto: wartaikan.com/ Ary)

 218 total views,  218 views today

Kutai Kartanegara, wartaikn.com – Kelompok Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Mawar di Desa Sepatin, Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara, berhasil menyulap berbagai limbah menjadi produk bernilai ekonomi, yakni olahan makanan dari limbah kelautan menjadi makanan.

Ketua UKM Mawar, Nur Aliyah mengatakan, produk andalan kelompoknya adalah kerupuk udang yang memanfaatkan hasil tambak dan tangkapan laut warga setempat. Produk ini bahkan telah menembus pasar di luar Kutai Kartanegara seperti Samarinda, termasuk luar Kalimantan Timur seperti Sulawesi, dan Jawa.

Produk unggulan Sepatin adalah udang untuk melayani pasar lokal dan nasional. Namun kepala udang tidak ikut dijual, sehingga sebelumnya menjadi limbah dan dibuang. Untuk itu pihaknya memanfaatkan limbah tersebut menjadi aneka olehan lezat.

Selain kerupuk, kelompk yang ia pimpin juga memproduksi petis dari kepala udang, sehingga mampu memberi nilai tambah ekonomi sekaligus mengurangi limbah produksi.

Selain itu, UKM Mawar turut berinovasi mengolah buah mangrove jenis pedada menjadi sirup dan dodol dengan cita rasa asam manis khas.

Nur Aliyah menuturkan, produk olahan buah mangrove ini merupakan hasil pengembangan resep dari salah satu kegiatan pelatihan yang diikuti kelompoknya bersama program M4CR, sebagai upaya memanfaatkan potensi sumber daya alam pesisir Desa Sepatin secara berkelanjutan.

“Kami dilatih, kemudian diajak berinovasi memanfaatkan potensi yang ada di desa. Jadi ada teman-teman mencoba membuat sirup dari buah mangrove, ternyata enak” kata Nur Aliyah kepada awak media di sela kegiatan Media Gathering M4CR, Jumat (31/7/2026).

Kelompok UKM Mawar yang beranggotakan 13 orang tersebut mulai merintis produksi secara kolektif dalam satu rumah produksi bersama, setelah sebelumnya para anggota memproduksi secara mandiri di rumah masing-masing. Produksi dilakukan fleksibel bergantung ketersediaan bahan baku udang dari tambak maupun laut.

Nur Aliyah berharap dukungan pemerintah dapat terus mendorong perkembangan UMKM pesisir seperti kelompoknya, sehingga mampu berkontribusi lebih besar bagi perekonomian desa dan membuka peluang perluasan pasar hingga ke tingkat internasional. (Ary)

wartaikn.com @ 2023