266 total views, 266 views today
Nusantara, wartaikn.com — Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) bersama Pemerintah Korea Selatan (Korsel) melaksanakan peletakan batu pertama Smart City Cooperation Center (SCCC) dengan total nilai hibah kerja sama sebesar 9,9 miliar KRW atau sekitar Rp115,94 miliar.
Seremoni digelar pada Kamis (18/6/2026) berlokasi di Sub Wilayah Perencanaan Permukiman Barat 1A, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara.
Delegasi Korsel yang hadir terdiri atas unsur _Ministry of Land, Infrastructure and Transport_ (MoLIT), _International Contractors Association of Korea_ (ICAK), CJ OliveNetworks/CJ Consortium, Korea Institute of Civil Engineering and Building Technology (KICT), serta _Site Planning_.
Kepala OIKN Basuki Hadimuljono menyampaikan kondisi lokasi yang strategis bagi pembangunan SCCC ini sebagai penguatan kerja sama Indonesia dan Korsel dalam pengembangan kota cerdas di Nusantara.
Di lokasi pembangunan SCCC ini, katanya, ke depan akan sangat strategis. Ia pun berharap kedua pihak akan terus melanjutkan kerja sama ke depan. Sedangkan untuk semua perizinan, ia katakan tidak perlu khawatir, semua ada di pihak OIKN.
“Pemanfaatan bangunan ini sangat bagus idenya. Saya berharap bapak/Ibu bisa membantu kami, membangun _smart city laboratorium_ dan bisa digunakan untuk pendidikan, serta memperkenalkan teknologi dari Korsel.” ujarnya.
Dari total nilai kerja sama tersebut, komponen pembangunan gedung SCCC memiliki nilai 5,5 miliar KRW atau sekitar Rp64,41 miliar.
Bangunan seluas 1.098 meter persegi ini direncanakan terdiri atas dua lantai, dengan lantai pertama untuk control room dan ruang pertemuan, sedangkan lantai kedua untuk area pameran serta AI & _Robotics Lab_. Area luar bangunan akan dimanfaatkan untuk urban farming sebagai bagian dari demonstrasi teknologi kota cerdas.
Selain pembangunan gedung, hibah SCCC juga mencakup penyusunan Smart City Masterplan dan Smart Building Protocol oleh KICT, serta Nusantara Smart City Forum dan Capacity Building Program oleh University of Seoul.
Komponen tersebut diarahkan untuk mendukung transfer pengetahuan, penguatan kapasitas, jejaring akademik, dan kerja sama Indonesia–Korea di bidang _smart city_.
Senada dengan hal tersebut, Director MoLIT, Choi Jung-won, menyampaikan bahwa SCCC diharapkan menjadi ruang kerja sama jangka panjang antara Indonesia dan Korea Selatan dalam pengembangan kota cerdas.
NCCC ini adalah awal mula dari perwujudan perusahaan untuk mewujudkan _smart city_ dari hasil kolaborasi antara Indonesia dan Korea. Korea juga membangun sebuah kota baru yang menjadikannya sebagai sebuah kota pintar, yaitu Sejong.
“Nusantara dapat memiliki kesempatan yang sama, melalui kolaborasi teknologi _smart city_ yang kita miliki. Saya berharap NCCC ini dapat berjalan serta menjadi momentum perkembangan kerja sama ke depan antara Korea dan Indonesia,” ujar Choi Jung-won.