437 total views, 120 views today
Samarinda, wartaikn.com – Suasana di dalam HSC Sport Citraland Samarinda, Selasa (23/6) sore ini terasa hidup dan penuh semangat.
Desir angin dari kok yang dipukul dengan keras, sorak sorai penonton, serta teriakan semangat dari setiap sudut lapangan, mewarnai jalannya turnamen bulu tangkis yang digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Bhayangkara ke-80.
Di tengah deretan peserta yang datang dari berbagai elemen masyarakat, satu nama akhirnya mencuri perhatian, Perwakilan Persatuan Wartawan Indonesia Kalimantan Timur (PWI Kaltim) ke takhta juara.
Melalui pasangan Wiwid Mahaendra Wijaya dan Sobirin, PWI Kaltim berhasil melangkah lebih cepat dan akhirnya keluar sebagai juara utama setelah melewati perjalanan yang tidak mudah.
Pertandingan final yang mempertemukan mereka melawan pasangan dari Kecamatan Sungai Pinang, Even dan Fajar, berlangsung sangat ketat dan penuh drama, hingga menjadi tontonan yang menghibur sekaligus menguji ketangguhan kedua tim.
Sejak babak penyisihan dimulai, pasangan ini sudah menunjukkan performa yang konsisten. Setiap pukulan, setiap pengembalian bola, dan setiap strategi yang diterapkan terlihat matang.
Mereka melaju satu per satu mengalahkan lawan demi lawan, membuktikan bahwa di sela kesibukan sebagai insan pers, mereka tetap menjaga kebugaran dan memiliki jiwa kompetitif yang tinggi. Namun, tantangan sesungguhnya baru dimulai ketika memasuki babak puncak.
Pertandingan final berlangsung dengan intensitas yang membara. Setiap poin diperebutkan dengan sangat ketat. Kedua pasangan saling berbalas serangan, mengubah strategi, dan memanfaatkan kelemahan lawan.
Di tengah pertarungan yang berlangsung hingga tiga set, kelelahan mulai terasa menjalar ke seluruh tubuh para pemain.
Bahkan, terlihat bagaimana Wiwid Mahaendra Wijaya beberapa kali terjatuh dan harus bangkit kembali untuk mengejar bola. Nafasnya terengah, keringat membasahi seluruh tubuhnya, seolah tenaganya sudah nyaris habis tercurah.
“Fisik saya masih jauh dari cukup, habis betul rasanya. Untung saja pasangan saya, Sobirin, masih punya tenaga yang kencang dan terus mendorong saya untuk bertahan,” ujar Wiwid dengan senyum lega usai pertandingan.
Ia mengakui bahwa faktor stamina menjadi ujian terberat, apalagi setelah menjalani serangkaian pertandingan sejak babak awal pagi hari. Namun, rasa lelah itu perlahan hilang seiring dengan semakin kuatnya kerja sama dan keyakinan di antara keduanya.
Kemenangan yang diraih bukanlah hasil perjuangan seorang diri. Menurut Wiwid, kunci keberhasilan ada pada kekompakan tim dan kesabaran membaca permainan lawan.
“Kami tidak hanya mengandalkan tenaga, tapi juga mengatur nafas dan membaca celah permainan. Kerja sama yang baik membuat kami bisa bertahan hingga titik akhir,” tambahnya.
Di sisi lain, pasangan Even dan Fajar dari Kecamatan Sungai Pinang, menerima hasil pertandingan dengan lapang dada.
Meskipun gagal membawa pulang gelar juara, mereka mengakui kualitas permainan lawan yang lebih unggul hari itu.
“Dalam setiap pertandingan pasti ada yang menang dan ada yang kalah. Kami sudah berusaha sekuat tenaga, dan hasilnya harus kami terima dengan sportivitas yang tinggi,” ujar Even.
Kapolsek Sungai Pinang AKP Aksarudin Adam, menyampaikan bahwa turnamen ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan HUT Bhayangkara ke-80 yang diselenggarakan oleh Polres Samarinda, dengan Polsek Sungai Pinang sebagai pelaksana langsung.
Menurutnya, olahraga menjadi jembatan terbaik untuk mempererat hubungan silaturahmi antara kepolisian dan masyarakat dari berbagai lapisan.
Melalui giat ini ia ingin menunjukkan bahwa kehadiran polisi tidak hanya dalam tugas pengamanan, tetapi juga dalam kegiatan yang membangun kebersamaan. Lewat olahraga seperti ini, semangat persatuan dan sportivitas bisa tumbuh di tengah masyarakat.
Turnamen ini tidak hanya mempersembahkan piala dan penghargaan bagi para pemenang, tetapi juga meninggalkan pesan berharga, bahwa persaingan yang sehat, semangat pantang menyerah, dan rasa hormat kepada lawan adalah nilai-nilai yang harus selalu dijaga.
Bagi pasangan Wiwid dan Sobirin, kemenangan ini menjadi bukti bahwa semangat juang, meski dalam kondisi fisik yang terbatas, tetap bisa mengantarkan pada hasil yang membanggakan.
Dengan kemenangan ini, nama PWI Kaltim tercatat dalam lembaran sejarah kecil perhelatan olahraga ini, sekaligus mempererat tali persaudaraan antarwarga Samarinda dalam suasana yang penuh kegembiraan dan kebersamaan.
Sebagai ungkapan syukur atas kemenangan, begitu sampai di Sekretariat PWI Kaltim pada Selasa malam, Wiwid pun langsung mentraktir teman-teman makan nasi goreng.