286 total views, 286 views today
Samarinda, wartaikn.com – Musyawarah Daerah (Musda) X Dewan Pengurus Korp Pegawai Republik Indonesia (DP KORPRI) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), secara aklamasi memilih dan meminta kesediaan Sri Wahyuni, Sekda Kaltim untuk memimpin kembali Ketua DP KORPRI periode 2026-2031.
Permintaan tersebut disampaikan oleh Rozani Erawadi, mewakili peserta Musda sekaligus Pimpinan Sidang Musda X DP KORPRI Provinsi Kaltim, yang dilakukan secara daring (29/4) kepada Ketua DP KORPRI Kaltim Pengganti Antar Waktu (PAW) sisa periode 2020-2025, Sri Wahyuni.
Setelah bersedia untuk dipilih, barulah Rapat Pleno memilih Sri Wayuni secara aklamasi. Sebelumnya di luar nama Sri Wahyuni, muncul nama Rozani Erawadi dan Fitriansyah, keduanya sebagai pimpinan sidang. Namun keduanya menyatakan tidak bersedia dicalonkan.
Musda X diikuti oleh para Pengurus DP KORPRI Kaltim, Pengurus DP. KORPRI Kabupaten/Kota, Ketua DP KORPRI Unit Satuan Kerja Perangkat Daerah, dan DP KORPRI Instansi Vertikal Tingkat Provinsi Kaltim.
Kegiatan Musda X secara daring. Sedangkan panitia Musda, termasuk host dan beberapa peserta hadir bersama di Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kaltim.
Acara dibuka oleh Wakil Ketua I DP KORPRI Kaltim Jauhar Efendi, mewakili Ketua Sri Wahyuni, karena ada kegiatan lain yang bersamaan waktunya, dalam kapasitasnya sebagai Sekretaris Daerah Kaltim.
Jauhar Efendi ketika membacakan sambutan Ketua menyampaikan, bahwa KORPRI memiliki peran penting dan strategis dalam pembangunan bangsa serta menjadi wadah perekat dan pemersatu ASN di Indonesia.
“Melalui KORPRI, mari kita senantiasa meningkatkan kinerja, berkolaborasi dan bersinergi, serta menumbuhkan energi positif dalam setiap pelaksanaan tugas, kewajiban dan tanggungjawab sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ujarnya.
Lebih lanjut, Jauhar menyampaikan empat program utama KORPRI ke depan. Pertama, peningkatan kualitas pelayanan publik dan digitalisasi birokrasi. Kedua, penguatan ideologi serta karakter Aparatur Sipil Negara. Ketiga, perlindungan karier dan bantuan hukum bagi ASN, dan keempat, peningkatan kesejahteraan anggota.
“Dengan kepengurusan baru yang terpilih nanti, organisasi ini diharapkan mampu berkiprah secara maksimal dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawab serta menjalankan program kerja untuk kesejahteraan anggota,” pungkasnya.
Usai dibuka, acara dilanjutkan dengan Rapat Pleno I, dengan dua agenda, yaitu Pembahasan dan Pengesahan Acara dan Tata Tertib Musayawarah, serta Pembentukan Pimpinan Sidang Musyawarah KORPRI X.
Rapat Pleno II, dengan dua agenda, yaitu Laporan Pertanggungjawaban Ketua DP. KORPRI Provinsi Kaltim, dan Tanggapan serta Jawaban Peserta Musyawarah.
“Laporan Pertanggungjawaban Ketua DP. KORPRI Prov. Kaltim, disampaikan oleh Jauhar Efendi, selaku Wakil Ketua I. Alhamdulillah Laporan Pertanggungjawaban diterima oleh seluruh peserta musyawarah tanpa catatan”, ujar Rozani Erawadi, selaku pimpinan sidang.
Selanjutnya Rapat Pleno III tentang Pengarahan Stering Committee dan Pembentukan Komisi A (Penyusunan Persyaratan Ketua, dan Pengurus KORPRI Provinsi Kalimantan Timur Masa Bakti 2026-2031); Komisi B (Penyusunan Program Kerja DP KORPRI Kaltim Tahun 2026-2031); dan Komisi C (Penyusunan Rekomendasi Musyawarah KORPRI Kaltim).
Kegiatan berikutnya, Rapat Komisi A, dipimpin Andi Muhammad Ishak (Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesra, Rapat Komisi B dipimpin Nina Dewi (Kepala BPSDM Kaltim), dan Rapat Komisi C dipimpin Suparmi (Kepala Biro Hukum) dan Inni Indarpuri (Biro Administrasi Pimpinan). Rapat masing-masing komisi dialokasikan waktu selama 60 menit.
“Alhamdulillah Rapat Pleno IV tentang Laporan masing-masing Ketua Komisi dan perumusan hasil musyawarah berjalan sesuai dengan rencana. Demikian juga Rapat Pleno V tentang Persiapan dan Pemilihan Ketua DP KORPRI Kaltim juga berjalan lancar,” ungkap Ketua Sidang, Rozani Erawadi, didampingi Fitriansyah.
Musda X ditutup oleh Ketua DP KORPRI Kaltim terpilih, Sri Wahyuni. Dalam sambutannya, ia menyampaikan ucapan terima kasih atas amanah yang diberikan, dan menegaskan akan merealisasikan amanah yang disampaikan oleh peserta Musda, antara lain terkait dengan harapan untuk peningkatan kesejahteraan anggota KORPRI beserta keluarganya. Termasuk masalah beasiswa pendidikan. (MJE)