66 Pejabat Ikuti Pelatihan Kepemimpinan Gelaran LAN RI di Samarinda

Suasana pembukaan pelatihan
Suasana pembukaan pelatihan. (Foto: Ist/ Suseno, Biro Adpim Kaltim)

 556 total views,  28 views today

Samarinda, wartaikn.com – Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II, Angkatan X di Pusat Pembelajaran Strategi Kebijakan Pelayanan Publik (Pusjar SKPP) Lembaga Administri Negara (LAN) Republik Indonesia, secara resmi dibuka oleh Sekretaris Utama LAN-RI, Andi Taufik, di Samarinda (5/5).

Dalam sambutan pembukaan, ia mengingatkan agar seluruh peserta pelatihan utusan dari berbagai instansi, baik pusat maupun daerah untuk mengikuti seluruh rangkaian tahapan pembelajaran yang cukup panjang dan melelahkan. Karena berlangsung sejak tanggal 5 Mei sampai dengan dengan tanggal 24 September 2026, atau setara dengan 923 jam pelajaran.

Lebih lanjut, Andi Taufik mengatakan, kunci sukses mengikuti pelatihan kepemimpinan ini adalah menghadirkan perasaan bahagia. “Learning is most effective when it is fun”. Pembelajaran akan mendapatkan hasil yang sangat baik, kalau peserta mengikuti pelatihan dengan perasaan bahagia.

Sementara itu, Kepala Pusjar SKPP LAN-RI, Rahmat, dalam laporannya di hadapan Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, menyampaikan bahwa pelatihan kali ini diikuti oleh peserta yang cukup banyak, yaitu 66 orang. Biasanya maksimal 60 orang. Menariknya, sebut Rahmat, lebih dari 50 persen, peserta berasal dari Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, yaitu sebanyak 34 orang.

Selebihnya berasal dari 8 kabupaten dan 1 kota dari 4 provinsi di Indonesia. Secara berurutan berdasarkan jumlah pengirim terbanyak adalah Kabupaten Murung Raya Provinsi Kalimantan Tengah.

Kemudian Kota Samarinda, Kutai Timur, Kabupaten Mahakam Ulu (Kalimantan Timur), Kabupaten Maybrat (Papua Barat Daya), Kabupaten Paser, Kabupaten Tabalong (Kalimantan Selatan), Kabupaten Berau (Kalimantan Timur), dan Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat.

Rahmat mengatakan, metode pembelajaran menggunakan “blanded learning”. Memadukan jalur pelatihan klasikal dengan jalur pelatihan non-klasikal.

Namun tetap mengedepankan pendekatan experiental learning, dengan memasukkan pengalaman belajar dari berbagai sumber, baik di kelas, mandiri, maupun di tempat kerja, pungkas Rahmat.

Sementara Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, dalam sambutannya menekankan pentingnya LAN RI, terutama Pusjar SKPP melakukan kolaborasi dan bersinergi dengan semua pemangku kepentingan, terutama di Provinsi Kaltim untuk menyiapkan kader kepemimpinan strategis di masa depan. Terlebih lagi Provinsi Kalimantan Timur ke depannya akan sangat dinamis dengan hadirnya Ibu Kota Nusantara (IKN).

Lebih lanjut, Seno Aji menyampaikan, bahwa saat ini dibutuhkan pemimpin-pemimpin yang lebih responsif. Lebih tanggap dan mampu mendengarkan keluhan masyarakat, serta mampu memunculkan solusi yang baik bagi masyarakat.

“Kepemimpinan birokrasi itu tidak cukup hanya pada urusan administratif. Harus ada visi dan keberanian untuk melakukan perubahan,” katanya.

Ditambahkannya, kepemimpinan birokrasi harus menggerakkan organisasi. Bukan sekedar mengerjakan tugas rutin belaka.

Dengan adanya pelatihan kepemimpinan nasional seperti ini, diharapkan mampu menghasilkan pemimpin-pemimpin baru yang tidak hanya bekerja dengan baik, namun juga membawa organisasi lebih maju.

Sebelum prosesi penyematan tanda peserta secara simbolis kepada 2 orang perwakilan peserta PKN Tingkat II Angkatan X, masing-masing oleh Sekretaris Utama LAN dan Wakil Gubernur Kaltim, para peserta membacakan Pakta Integritas secara bersamaan dipimpin oleh salah satu peserta, yaitu Neneng Chamelia, yang kebetulan sebagai Sekretaris Daerah Kota Samarinda.

Nampak hadir secara langsung Kakanwil Imigrasi Kaltim, Delavino. Hadir pula yang mewakili Kakanwil Pemasyarakatan, Makmur. Turut hadir mewakili Kepala BPSDM Kaltim, Siti Jaitun, Asisten III Sekda Kabupaten Mahakam Ulu, Kepala BPKPSDM Kabupaten Berau. Hadir juga beberapa pejabat dari daerah asal pengirim melalui daring.

Jauhar Efendi, Widyaiswara Ahli Utama BPSDM Kaltim yang turut hadir dalam pembukaan pelatihan, melaporkan bahwa salah satu komitmen penting dari Pakta Integritas Peserta PKN Tingkat II Angkatan X adalah “kesediaan menaati seluruh ketentuan yang berlaku, menjunjung tinggi kejujuran, menjaga perkataan, sikap, perilaku dan saling menghormati selama mengikuti pelatihan”. (MIE)

 

 

wartaikn.com @ 2023