148 total views, 148 views today
Tenggarong, wartaikn.com – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga harmonisasi kehidupan antarumat beragama untuk menjaga suasana tetap kondusif, sebagai modal utama melanjutkan cita-cita pembangunan menuju masyarakat sejahtera.
Hal ini dikatain bupati saat mengukuhkan pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kukar periode 2026 – 2031 yang diketuai oleh Harunu Rasyid, sekaligus membuka Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) 2026 di Pendopo Odah Etam, Tenggarong, Sabtu (25/7).
Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Kukar Edi Damansyah, karena menerima penghargaan sebagai Bapak Kerukunan dan Toleransi Umat Beragama dari Forum Lintas Kerukunan Umat Beragama.
Ia menyebut bahwa Kukar merupakan miniatur Indonesia. Hampir seluruh suku, agama, dan adat istiadat ada di daerah ini.
Sementara selama kepemimpinan Edi Darmansyah hingga berakhir pada 2025, bukan berarti tidak ada persoalan terkait kerukunan, namun seluruh permasalahan dapat diselesaikan dengan baik melalui dialog, kebersamaan, dan semangat menjaga perdamaian.
Keberadaan FKUB ia nilai memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas sosial di tengah masyarakat yang majemuk. Pembangunan tidak akan berjalan optimal tanpa adanya situasi yang aman, damai, serta terpeliharanya persatuan dan kesatuan.
“Kita tidak mungkin membangun Kabupaten Kukar dengan baik tanpa kondusivitas dan persatuan di antara seluruh masyarakat. Kukar tidak akan maju tanpa kerukunan, maka persatuan dan kesatuan harus terus dijaga dan diperkuat,” ujar bupati.