148 total views, 148 views today
Nusantara, wartaikn.com — Beragam produk dagangan tertata rapi di atas meja, puluhan pelaku ekonomi kreatif (ekraf) berkumpul di Multifunction Hall Kantor Bersama 1, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara.
Pertemuan ini bukan sekadar ajang silaturahmi, melainkan wadah strategis bagi mereka untuk menambah wawasan dan meningkatkan keterampilan usaha, khususnya dalam penerapan pemasaran digital serta transaksi pembayaran non-tunai.
Kegiatan yang digelar pada Senin, 11 Mei 2026 ini merupakan wujud kolaborasi erat antara Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) dan Bank Indonesia.
Tujuannya jelas, yakni untuk mendorong para pelaku ekonomi kreatif agar tangkas beradaptasi dengan pesatnya perkembangan teknologi transaksi dan pemasaran di era digital.
Dalam acara tersebut, para peserta mendapatkan pembekalan materi lengkap, mulai dari penggunaan sistem pembayaran QRIS, tata cara pencatatan keuangan yang rapi, hingga strategi ampuh memasarkan produk melalui marketplace dan media sosial.
Kepala Sekretariat Kerja Bersama (SKB) Bank Indonesia IKN, Aswin Gantina, menyambut baik langkah ini. Ia menjelaskan bahwa inovasi sistem pembayaran QRIS yang dikembangkan Bank Indonesia kini bisa dimanfaatkan sepenuhnya oleh seluruh pelaku UMKM.
“Bank Indonesia telah menghadirkan inovasi lewat sistem pembayaran QRIS. Segala transaksi usaha kini bisa dilakukan dengan cara ini, sehingga tidak lagi bergantung pada uang tunai. Keuntungannya sangat banyak: terhindar dari risiko uang palsu, pencatatan keuangan jadi jauh lebih rapi, serta metode pembayaran yang lebih kekinian dan praktis,” ujar Aswin.
Ia juga menambahkan, transformasi digital menjadi salah satu pilar utama dalam mewujudkan visi Nusantara sebagai kota masa depan yang maju dan modern. Oleh karena itu, para pelaku usaha sangat diharapkan mampu memperluas jangkauan pasar dengan memaksimalkan berbagai platform digital yang tersedia.
Sementara itu, Direktur Ekonomi Kreatif Otorita IKN, Muhsin Pahlirungi, yang hadir mewakili pimpinan Otorita menegaskan bahwa pembangunan Nusantara tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik dan infrastruktur, tetapi juga penguatan kualitas sumber daya manusia — termasuk di dalamnya para pelaku ekonomi kreatif.
“Bagi kami, pembangunan Nusantara bukan hanya soal fasilitas fisik, tetapi kami juga membangun kualitas manusianya. Otorita IKN berkomitmen penuh untuk terus berperan aktif meningkatkan kapasitas para pelaku UMKM dan ekonomi kreatif agar kian berkembang dan memiliki daya saing tinggi ke depannya,” tegas Muhsin.
Menurutnya, pelatihan seperti ini menjadi langkah strategis agar produk dan usaha lokal mampu tumbuh dan berkembang seiring berjalannya pembangunan IKN.
Para pelaku usaha tidak hanya didorong meningkatkan kualitas produk, tetapi juga dibekali kemampuan mengelola usaha serta mempromosikan karya mereka ke pasar yang jauh lebih luas.
“Otorita IKN akan terus mendampingi para pelaku UMKM dan ekonomi kreatif sampai mereka benar-benar bisa menjadi pemain utama dalam perekonomian daerah, bukan hanya sekadar penonton,” tutup Muhsin penuh harap.