Hetifah: PPU Harus Jadi Wajah Pendidikan Indonesia

Hetifah
Hetifah Sjaifudian saat workshop revitalisasi pendidikan di IKN

 864 total views,  56 views today

Nusantara, wartaikn.com – Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, menegaskan pentingnya pemerataan kualitas pendidikan di wilayah Penajam Paser Utara (PPU), khususnya kawasan Sepaku sebagai bagian dari Ibu Kota Nusantara (IKN).

Hal ini disampaikannya saat menjadi keynote speaker dalam workshop pelaksanaan program revitalisasi satuan pendidikan yang digelar di kawasan IKN, Selasa (5/5/2026).

Dalam paparannya, Hetifah menekankan bahwa pembangunan IKN tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga harus dibarengi dengan penguatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan yang merata dan berstandar tinggi.

“Sekolah-sekolah di PPU, terutama di kawasan penyangga IKN, harus menjadi wajah pendidikan Indonesia ke depan. Kita ingin memastikan seluruh satuan pendidikan memiliki standar kualitas yang sama—baik dari sisi sarana, prasarana, maupun akses,” ujar Hetifah.

Ia menjelaskan bahwa Komisi X DPR RI tengah mendorong penguatan regulasi melalui penyempurnaan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), guna memastikan standar minimal layanan pendidikan dapat terpenuhi secara menyeluruh di seluruh daerah, termasuk wilayah strategis seperti IKN.

Menurut Hetifah, kondisi sekolah menjadi titik awal pembentukan kualitas generasi masa depan. Namun, ia mengakui masih terdapat kesenjangan fasilitas pendidikan di PPU yang perlu segera ditangani secara sistematis dan berkelanjutan.

“Revitalisasi bukan hanya soal bangunan fisik, tetapi bagaimana menciptakan lingkungan belajar yang layak, aman, dan mendukung tumbuh kembang siswa secara optimal,” tambahnya.

Program revitalisasi yang telah berjalan di PPU mendapat apresiasi positif dari pemerintah daerah. Sepanjang tahun 2025, PPU tercatat menerima alokasi anggaran lebih dari Rp13 miliar untuk peningkatan sarana dan prasarana pendidikan, mencakup pembangunan dan rehabilitasi sekolah dari jenjang PAUD hingga SMP.

Widyaprada Ahli Utama Direktorat Sekolah Dasar Kemendikdasmen RI, Jumeri, dalam kesempatan yang sama menegaskan bahwa PPU memiliki posisi strategis sebagai etalase pendidikan nasional di kawasan IKN.

“Sekolah-sekolah di PPU akan sering menjadi rujukan dan kunjungan. Karena itu, kualitas fasilitas dan lingkungan belajar harus benar-benar representatif,” ujarnya.

Ia juga memastikan kesiapan pemerintah pusat untuk memberikan dukungan penuh apabila daerah membutuhkan intervensi lebih lanjut dalam percepatan peningkatan kualitas pendidikan.

Sementara itu, perwakilan Dinas Pendidikan PPU menyampaikan terima kasih atas dukungan pemerintah pusat dan DPR RI melalui program revitalisasi tersebut.

Program ini dinilai telah memberikan dampak nyata dalam peningkatan kualitas fasilitas belajar, termasuk ruang kelas, perpustakaan, sanitasi, hingga penataan lingkungan sekolah.

Workshop ini turut dihadiri oleh para pemangku kepentingan pendidikan, mulai dari pemerintah pusat, daerah, hingga kepala sekolah dan guru dari berbagai jenjang di Kabupaten PPU. Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk memperkuat sinergi dalam mewujudkan ekosistem pendidikan yang unggul dan merata di kawasan IKN.

Menutup paparannya, Hetifah menegaskan komitmen Komisi X DPR RI untuk terus mengawal transformasi pendidikan nasional, khususnya di wilayah-wilayah prioritas pembangunan.

“Kita tidak ingin ada kesenjangan kualitas pendidikan di jantung ibu kota negara. Justru dari sinilah kita mulai membangun standar baru pendidikan Indonesia yang lebih inklusif dan berkualitas,” ujarnya.

wartaikn.com @ 2023