195 total views, 62 views today
Nusantara, wartaikn.com – Upaya memulihkan kawasan hutan bekas kebakaran di Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Soeharto, Kalimantan Timur, dilakukan melalui penanaman 1.000 bibit pohon yang melibatkan komunitas dan masyarakat.
Penanaman yang digelar Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) bersama komunitas Borneo Kind di kilometer 47 Jalan Poros Samarinda-Balikpapan, Sabtu (31/10) ini menjadi bagian dari gerakan pemulihan hutan sekaligus kampanye kepedulian terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono mengatakan, penanaman pohon harus menjadi kebiasaan masyarakat dan dilakukan secara berkelanjutan, bukan sekadar kegiatan seremonial.
“Kami di Otorita IKN sudah menjadi lifestyle. Bukan seremonial. Saya boleh challenge, kami dua minggu sekali menanam pohon di Otorita IKN. Makanya kami sangat mendukung dan terlibat dalam kegiatan Borneo Kind ini,” kata Basuki.
Ia menilai pemulihan dan perlindungan hutan membutuhkan kolaborasi berbagai pihak karena pemerintah maupun komunitas tidak dapat bekerja sendiri menghadapi persoalan lingkungan.
Menurut dia, keterlibatan masyarakat menjadi kunci untuk membangun kesadaran kolektif agar kegiatan menanam pohon menjadi bagian dari kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami sendiri tidak akan sanggup, tidak akan efektif. Instansi kehutanan sendiri juga tidak akan efektif. Jadi, kerja sama ini harus kita teruskan. Saya ingin Kalimantan Timur menanam pohon menjadi lifestyle,” ujarnya.
Ketua Borneo Kind Wawan Irawan mengatakan, gerakan penanaman pohon tersebut merupakan bagian dari kampanye Save Our Forest yang melibatkan komunitas kreator konten dan masyarakat untuk merespons persoalan lingkungan.
Ia menyebut kegiatan di Tahura Bukit Soeharto merupakan tahap pertama yang akan dilanjutkan melalui sejumlah kegiatan berikutnya.
“Borneo Kind temanya Save Our Forest. Ini tidak hanya hari ini. Kami akan terus berkelanjutan. Ini baru volume satu, akan ada volume dua, tiga, dan empat,” katanya.
Menurut Wawan, karhutla memberikan dampak besar bagi masyarakat Kalimantan, terutama akibat asap yang ditimbulkan dari kebakaran. Karena itu, gerakan menjaga hutan perlu diwujudkan melalui tindakan nyata, termasuk memulihkan kawasan yang terdampak.
Sebanyak 1.000 bibit yang ditanam terdiri atas pohon endemik Kalimantan seperti balangeran, banggris, tengkawang, kapur, gaharu, nyamplung, dan meranti. Selain itu, ditanam pula pohon durian sebagai tanaman multiguna.
Wawan berharap penanaman tersebut dapat membantu memulihkan ekosistem Tahura Bukit Soeharto yang menjadi kawasan konservasi dengan kekayaan flora dan fauna.
Basuki juga mengingatkan bahwa menjaga alam merupakan tanggung jawab bersama yang harus diwujudkan melalui tindakan nyata.
“Alam adalah ibu, bila engkau menyakitinya, engkau akan kehilangan pelukan terhangat dalam hidupmu. Save our forest is a must, jangan jadikan slogan saja,” ujarnya.