63 total views, 63 views today
Samarinda, wartaikn.com – Lebih dari 280 karya dari 45 kreator asal enam kota ditampilkan dalam “Cerita Dari Mahakam”, pameran ilustrasi naratif yang digelar pada 24–25 Oktober 2026, pukul 09.00–21.00 Wita, di Samarinda Design Hub, Samarinda, Kalimantan Timur.
Pameran ini mengangkat Pesut Mahakam (Orcaella brevirostris), mamalia air tawar yang menjadi bagian penting dari kekayaan hayati Kalimantan Timur.
Populasinya diperkirakan hanya tersisa sekitar 60 individu berdasarkan data pemantauan sebelumnya. Kondisi tersebut menjadikan upaya pelestarian pesut sebagai persoalan mendesak yang membutuhkan perhatian dan kepedulian bersama.
Pembukaan pameran pada 24 Oktober bertepatan dengan peringatan Hari Lumba-Lumba Air Tawar Sedunia. Momentum ini dimanfaatkan untuk memperluas kesadaran masyarakat mengenai keberadaan Pesut Mahakam, ancaman terhadap habitatnya, serta pentingnya menjaga keberlangsungan spesies tersebut.
Cerita Dari Mahakam digagas oleh Ramadhan S. Pernyata, akademisi, desainer grafis, ilustrator, dan peneliti yang juga mengembangkan berbagai kegiatan pameran ilustrasi dan desain melalui Samarinda Design Hub.
Dalam penyelenggaraannya, Ramadhan mengajak para kreator dari berbagai daerah untuk merespons keberadaan Pesut Mahakam melalui karya visual. Ajakan tersebut mendapat partisipasi dari 45 kreator yang berasal dari Samarinda, Balikpapan, Tenggarong, Yogyakarta, Bandung, dan Jakarta.
Lebih dari 280 karya yang terkumpul menghadirkan beragam sudut pandang tentang Pesut Mahakam dan lingkungan yang menjadi ruang hidupnya.
Tema yang diangkat mencakup habitat dan konservasi, kehidupan masyarakat tepian sungai, budaya, perubahan bentang sungai, hubungan manusia dengan satwa, hingga harapan bagi masa depan pesut.
Melalui pendekatan ilustrasi naratif, persoalan konservasi tidak hanya disampaikan melalui data dan informasi, tetapi juga melalui cerita, pengalaman, ingatan, kritik, emosi, dan kepedulian para kreator.
Sungai Mahakam beserta masyarakat, kehidupan di sepanjang tepian, keanekaragaman hayati, dan aktivitas manusia menjadi konteks yang memperlihatkan eratnya hubungan antara kehidupan pesut dan kondisi lingkungan.
Pameran ini diharapkan dapat membawa isu konservasi lebih dekat kepada masyarakat, khususnya generasi muda, melalui bahasa visual yang komunikatif dan mudah diakses.
Karya-karya yang ditampilkan juga diharapkan mendorong percakapan publik mengenai tanggung jawab manusia dalam menjaga ekosistem Sungai Mahakam.
Selain dipamerkan, seluruh karya peserta akan dihimpun dalam Katalog Karya Cerita Dari Mahakam sebagai dokumentasi dan arsip visual jangka panjang.
Katalog tersebut direncanakan untuk diarahkan ke jalur pengarsipan internasional, termasuk Universiteit Leiden dan Library of Congress, mengikuti jejak publikasi dan katalog Ramadhan S. Pernyata sebelumnya yang disebut telah tercatat di kedua institusi tersebut.
Cerita Dari Mahakam diselenggarakan melalui Samarinda Design Hub dan Jinantra Studio, bersama Kolektif Orcaella Mahakam.
Pada 2027, kegiatan ini direncanakan berkembang dalam skala yang lebih besar, dengan Pesut Mahakam tetap menjadi pusat advokasi visualnya.
Melalui pertemuan seni, cerita, dan kepedulian lingkungan, Cerita Dari Mahakam membawa satu pesan penting: menjaga pesut berarti ikut menjaga Sungai Mahakam beserta kehidupan yang bergantung padanya.