306 total views, 306 views today
Long Pahangai, wartaikn.com – Festival budaya Hudoq Pekayang 2026 akan digelar di Kampung Long Pahangai II, Kecamatan Long Pahangai, Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), Kalimantan Timur, pada 20–22 Oktober 2026.
Festival yang menjadi wadah pelestarian tradisi masyarakat Dayak Bahau ini mengangkat tema “Hudoq Pekayang: Antara Manusia, Alam dan Tradisi sebagai Penjaga Warisan Budaya Leluhur”, dengan slogan “Melestarikan Budaya, Menguatkan Identitas, Menuju Mahulu Melaju”.

Camat Long Pahangai, Thomas Ding, menyampaikan bahwa tahun ini sebanyak 13 kampung dari seluruh wilayah kecamatan dipastikan turut berpartisipasi dalam kegiatan berskala regional tersebut.
Sebanyak 13 kampung itu adalah Delang Kerohong, Long Pakaq, Long Lunuk, Long Isun, Naha Aruq, Datah Naha, Lirung Ubing, Long Pahangai I, Long Pahangai II, Long Tuyoq, Liu Mulang, Long Pakaq Baru, dan Long Lunuk Baru.
“Kehadiran peserta dari seluruh kampung menunjukkan semangat kebersamaan yang luar biasa. Hudoq Pekayang bukan sekadar pertunjukan seni, melainkan wujud nyata ikatan persaudaraan antarwarga di kawasan hulu Mahakam,” ujar Thomas Ding di Long Pahangai, Minggu (11/10).
Ia menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan dirancang dengan memadukan ritual adat, musyawarah, pertunjukan seni, hingga bazar produk unggulan warga.
Pembukaan resmi dijadwalkan berlangsung Selasa (20/10), diawali dengan kedatangan kontingen, prosesi adat Nutul dan Napoq, serta parade budaya menuju lapangan utama.
Malam harinya akan digelar Malam Budaya Kesenian Terpimpin yang menampilkan pertunjukan dari masing-masing kampung peserta.
Pada hari kedua, Rabu (21/10), dilangsungkan Musyawarah Adat di Lamin Adat Umaq Beluaq untuk membahas penentuan tuan rumah berikutnya serta rencana kegiatan adat tahun mendatang, disertai kompetisi permainan tradisional dan bazar UMKM.
“Di hari kedua yang merupakan giat Musyawarah Adat ini, akan dihadiri oleh Antropolog dari Mahidol University Thailand, Christian Oesterheld,” ujar Thomas.
Acara puncak penutupan berlangsung Kamis (22/10), dengan penyerahan piagam penghargaan kepada seluruh kampung peserta, ramah tamah, serta prosesi sakral Nyulai Kenap Sayuq sebagai penutup rangkaian festival.
Thomas Ding berharap festival ini tidak hanya menjaga kelestarian warisan leluhur, tetapi juga mendorong pengembangan pariwisata budaya dan ekonomi kreatif warga Mahulu.
Melalui semangat gotong royong dan kepatuhan terhadap ketentuan adat, ia yakin Hudoq Pekayang 2026 akan berjalan aman, tertib, dan membawa manfaat nyata bagi seluruh masyarakat.
Seluruh peserta, tamu, dan pengunjung pun diimbau untuk menghormati tata tertib dan ketentuan adat yang berlaku selama kegiatan berlangsung.