78 total views, 78 views today
Samarinda, wartaikn.com – Minimnya kepastian dukungan anggaran dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) mengancam keberangkatan kontingen PWI Kaltim ke Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) 2027 di Lampung.
Di tengah persiapan atlet yang telah berjalan maksimal dan prestasi yang terus meningkat, keterbatasan fiskal daerah kini menjadi ganjalan bagi Kaltim untuk kembali bersaing di ajang olahraga wartawan tingkat nasional tersebut.
Bagi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kaltim, ancaman tersebut bukan sekadar persoalan keberangkatan atlet. Ada rangkaian pembinaan yang telah berlangsung bertahun-tahun, kompetisi rutin yang menjadi ruang penjaringan atlet, serta prestasi yang mulai menempatkan Kaltim dalam persaingan nasional.
Ketua PWI Kaltim Abdurrahman Amin mengatakan, pihaknya masih memperjuangkan dukungan anggaran dari Pemprov Kaltim agar kontingen tetap bisa diberangkatkan ke Lampung.
“Melihat kondisi keuangan daerah dan keberpihakan pemprov, wartawan Kaltim terancam gagal di Porwanas Lampung, padahal di sisi lain persiapan yang dilakukan teman-teman PWI Kaltim sudah sangat maksimal,” katanya di Samarinda, Senin (26/10).
Selama ini, PWI Kaltim konsisten menggelar Pekan Olahraga Wartawan Daerah (Porwada) setiap tahun. Meski tidak ada ketentuan yang mewajibkan kegiatan tersebut berlangsung setiap tahun, Porwada tetap dipertahankan sebagai arena kompetisi sekaligus sarana mengukur kemampuan atlet.
Dari kegiatan itu, atlet-atlet potensial disiapkan untuk memperkuat kontingen Kaltim pada Porwanas. Pembinaan juga dilengkapi kejuaraan internal untuk memantau perkembangan kemampuan atlet sebelum menghadapi persaingan di tingkat nasional.
Hasilnya mulai terlihat dalam dua penyelenggaraan Porwanas terakhir di Malang, Jawa Timur, dan Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Pada Porwanas 2024 di Kalimantan Selatan, Kaltim menempati peringkat kedelapan dengan raihan dua medali emas, tiga perak, dan enam perunggu.
Capaian tersebut menjadi salah satu gambaran hasil pembinaan yang selama ini dijalankan. Karena itu, Abdurrahman menilai, ketidakikutsertaan dalam Porwanas 2027 berisiko mengganggu kesinambungan program yang telah dibangun melalui kompetisi daerah.
Ketua Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) PWI Kaltim Didda Satriya juga menyayangkan apabila kontingen akhirnya gagal berangkat.
Menurut dia, Porwanas menjadi kesempatan untuk menguji hasil pembinaan sekaligus mempertahankan prestasi wartawan olahraga Kaltim di tingkat nasional.
“Porwada sudah menunjukkan hasil dan mengangkat prestasi Kaltim di level nasional,” ujar Didda.
Tantangan lainnya adalah kebutuhan biaya yang lebih besar untuk mengikuti Porwanas 2027 di Lampung. Jarak perjalanan membuat kontingen Kaltim membutuhkan penerbangan dengan dua kali perjalanan.
Selain transportasi, biaya akomodasi atlet juga menjadi beban karena tidak ada lagi subsidi dari tuan rumah seperti pada penyelenggaraan sebelumnya.
“Selain transportasi, biaya akomodasi atlet juga cukup besar karena tidak ada lagi subsidi dari tuan rumah. Ini berbeda dengan Porwanas sebelumnya,” jelas Didda.
Di tengah tekanan fiskal daerah, pengurus PWI Kaltim memahami bahwa dukungan anggaran harus menyesuaikan kemampuan keuangan pemerintah.
Namun mereka berharap pengajuan keberangkatan kontingen masih dapat dipertahankan dan diperjuangkan.
Bagi PWI Kaltim, Porwanas bukan hanya tentang mengejar medali. Ajang tersebut juga menjadi ruang bagi wartawan untuk menunjukkan kemampuan di luar profesi jurnalistik sekaligus membawa nama daerah dalam kompetisi nasional.
“Kita percaya, Pemprov Kaltim masih peduli dengan agenda nasional ini karena membawa nama besar provinsi ini,” kata Didda.
Hingga kini, peluang keberangkatan kontingen masih bergantung pada dukungan anggaran yang diperjuangkan. PWI Kaltim berharap pembinaan yang telah berjalan dan prestasi yang diraih tidak terhenti hanya karena keterbatasan biaya untuk menuju Lampung.