Dana Desa Kaltim tersalur Rp85,07 miliar

Membuat gula tebu
Warga desa di Mahakam Ulu, Kaltim, membuat gula tebu secara tradisional.

 456 total views,  164 views today

Samarinda, wartaikn.com – Dana Desa untuk tujuh kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) hingga kini sudah tersalur ke rekening desa senilai Rp85,07 miliar untuk beragam aktivitas mulai dari pengembangan ekonomi, ketahanan pangan, pendidikan, kesehatan, hingga pencegahan gizi buruk.

“Total Dana Desa (DD) untuk 841 desa di Kaltim tahun ini sebesar Rp265,84 miliar. Hingga Senin, 18 Mei tersalur Rp85,07 miliar atau 32 persen dari pagu,” ujar Tenaga Ahli Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) Provinsi Kaltim Meydi Perangin Angin di Samarinda, Selasa (19/5/2026).

Ia mengatakan bahwa berdasarkan Peraturan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal RI Nomor 16 Tahun 2025, maka penggunaan DD pada 2026 difokuskan pada delapan kegiatan.

Pertama, untuk mendukung Koperasi Merah Putih seperti digunakan modal usaha, pembangunan sarana, operasional, alat usaha, dan pengembangan produk desa, sehingga dapat menopang ekonomi desa dalam jangka panjang.

Kedua, untuk penanganan kemiskinan ekstrem seperti pemberian bantuan langsung tunai (BLT) DD maksimal Rp300.000 per bulan per KK, untuk bantuan pangan, kesehatan, dan pendidikan bagi keluarga miskin.

Ketiga, untuk ketahanan pangan dan ekonomi seperti pengembangan pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, untuk lumbung desa, bibit, pupuk, alat tani, pengolahan hasil.

Keempat, untuk layanan dasar kesehatan seperti membantu program posyandu, air bersih, sanitasi, jamban sehat, kegiatan hidup bersih, pencegahan penyakit, dan pencegahan gizi buruk.

Kelima, untuk ketahanan iklim dan tangguh bencana seperti pengendali banjir, penanaman pohon, jalan tahan longsor, sarana evakuasi, pemetaan risiko bencana baik banjir, longsor, maupun kebakaran hutan.

Keenam, pemeliharaan infrastruktur desa. Ketujuh, digitalisasi desa seperti jaringan internet, perangkat komputer, sistem data desa, serta layanan daring agar administrasi dan pemasaran produk desa lebih cepat dan luas. Kedelapan, untuk pengembangan wisata alam, budaya, kerajinan, dan promosi produk lokal.

Ia merinci DD Rp85,07 miliar Tahap I yang telah salur tersebut, yakni Kabupaten Kutai Kartanegara Rp28,58 miliar untuk 163 desa, Kutai Barat Rp19,05 miliar untuk 145 desa, Kutai Timur Rp14,78 miliar untuk 105 desa.

“Kemudian Kabupaten Berau Rp11,04 miliar untuk 75 desa, Paser Rp6,04 miliar untuk 34 desa, Penajam Paser Utara Rp4,11 miliar untuk 23 desa, dan Kabupaten Mahakam Ulu sudah disalurkan Rp1,44 miliar untuk 11 desa,” ujar Meydi.

 

wartaikn.com @ 2023