162 total views, 162 views today
Tenggarong, wartaikn.com – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri mengatakan, Kuliah Kerja Nyata (KKN) bukan sekadar memenuhi kewajiban akademik mahasiswa, namun merupakan bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat sesuai Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Hal ini dikatakan bupati serah terima Mahasiswa KKN Kolaborasi 2026 dari Unmul Samarinda dengan tema “Sinergitas Kampus Berdampak dalam Meningkatkan Indeks Desa Mendukung Pencapaian SDGs”, di Pendopo Odah Etam, Tenggarong, Senin (13/7).
Ia mengatakan, kehadiran 1.006 mahasiswa ini merupakan kehormatan sekaligus tanggung jawab bagi Pemkab Kukar beserta seluruh pemerintah desa dan masyarakat untuk bersama-sama mendukung keberhasilan pelaksanaan KKN.
KKN adalah ruang bertemunya ilmu pengetahuan dengan realitas kehidupan masyarakat. Di desa, teori diuji oleh kenyataan. Di desa pula, kreativitas diuji oleh keterbatasan, dan kepemimpinan diuji oleh kemampuan membangun kepercayaan masyarakat.
Bupati berharap, selama mahasiswa berada di desa/kelurahan, tidak hanya datang membawa program kerja, tetapi juga membawa semangat belajar, semangat melayani, dan semangat berkolaborasi.
Ia juga menyebut bahwa tema KKN tahun ini relevan dengan arah pembangunan Kabupaten Kukar, karena pembangunan desa menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah.
“Kami meyakini bahwa kemajuan kabupaten hanya dapat terwujud apabila desa-desa berkembang menjadi desa yang mandiri, produktif, inovatif, dan berdaya saing,” katanya.
Pembangunan desa, lanjutnya, tidak cukup hanya diukur dari pembangunan fisik, hal yang jauh lebih penting adalah bagaimana meningkatkan kualitas sumber daya manusia desa.
Termasuk memperkuat kelembagaan, meningkatkan pelayanan publik, mendorong ekonomi masyarakat, memperluas literasi digital, menjaga lingkungan hidup, hingga memperkuat partisipasi masyarakat dalam pembangunan.
“Mahasiswa bukan hanya menjadi penggerak perubahan pola pikir masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembangunan daerah. Mahasiswa harus mampu menjadi jembatan antara ilmu pengetahuan, teknologi, inovasi, dan kebutuhan riil masyarakat,” ujar bupati.