288 total views, 288 views today
Nusantara, wartaikn.com – Kunjungan kerja perdana Komisi VII DPR RI ke Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Nusantara pada Jumat (10/07/2026) melahirkan apresiasi, yakni pembangunan IKN tidak hanya berjalan pesat dengan komponen dalam negeri tinggi, tetapi juga benar-benar menjadi rumah bagi pertumbuhan ekonomi lokal.
Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Rahayu Saraswati Djojohadikusumo menyampaikan kekaguman melihat langsung perkembangan pembangunan, terutama tingginya Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang diterapkan.
TKDN itu mulai dari material bangunan, perlengkapan, hingga pelibatan tenaga kerja lokal, semuanya menunjukkan bahwa kekuatan pembangunan IKN bertumpu pada kemampuan bangsa sendiri.
“Kami sangat senang mendengar capaian TKDN yang cukup tinggi ini. Baik dari segi pengadaan barang maupun pelibatan masyarakat lokal, material, dan perlengkapan, ini adalah langkah yang patut dibanggakan,” ujar Rahayu usai meninjau kawasan.
Di tengah kemajuan fisik yang tampak nyata, ia mengingatkan satu hal penting, jangan sampai UMKM kehilangan ruang di ibu kota baru ini, karena lebih dari 97 persen usaha di Indonesia adalah UMKM, keberadaan mereka harus menjadi pilar utama, bukan sekadar penumpang.
“Kami telah menyampaikan kepada Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono, agar ke depan tidak hanya fokus pada kesiapan fisik semata, tetapi juga memperhatikan keterlibatan masyarakat lokal dan pelaku UMKM. Jangan sampai mereka tersisih, padahal merekalah tulang punggung ekonomi kerakyatan kita,” ujarnya.
Rahayu juga menyoroti potensi besar IKN sebagai destinasi wisata sekaligus pusat kegiatan MICE (rapat, insentif, konferensi, dan pameran). Menurutnya, daya tarik kawasan ini sudah mulai terbentuk bahkan sebelum seluruh lembaga negara pindah sepenuhnya.
“Sebelum fungsi pemerintahan berjalan penuh, sebenarnya sudah ada kesempatan untuk membuka akses bagi pengunjung. Ini sekaligus peluang bagi UMKM untuk mulai menata diri dan masuk ke dalam ekosistem pariwisata,” ujarnya.
Kombinasi arsitektur modern yang tetap menyiratkan identitas budaya Indonesia, kawasan konservasi kekayaan hayati, serta kelancaran akses jalan tol yang telah terhubung, menjadikan IKN sebagai daya tarik baru yang tak hanya bagi warga Kaltim, tapi juga dunia.
“Konsepnya berbeda dari kota lain di Indonesia. Sangat futuristik namun tetap membumi, sangat hijau dan menyatu dengan alam. Saya yakin semua akan bangga memiliki ibu kota seperti ini. Sabar dan nantikanlah, karena apa yang sedang dibangun di sini sungguh luar biasa,” kata Rahayu.
Sementara Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono menegaskan bahwa pemberdayaan UMKM sudah menjadi agenda utama yang terus diperkuat. Berbagai upaya telah dilakukan agar pelaku usaha lokal mampu bersaing dan mengisi kebutuhan di kawasan IKN.
Salah satu terobosan yang kini berjalan adalah pelatihan kualitas kuliner: Kini kebutuhan konsumsi di IKN tidak lagi didatangkan dari Balikpapan.
“Ibu-ibu Dharma Wanita bersama pelaku kuliner sekitar dilatih langsung oleh koki profesional, agar produk dan layanan mereka memenuhi standar. Kami ingin mereka berkembang tak hanya di makanan, tapi juga berbagai sektor lain,” jelas Basuki.
Selain pelatihan keterampilan, Otorita IKN juga membuka akses pasar yang lebih luas. Salah satunya melalui kerja sama dengan Artha Graha Network mengembangkan Nusantara Park seluas 3,8 hektare, yang akan menyediakan ruang usaha bagi pelaku lokal.
Dukungan lain mencakup pelatihan perhotelan, pendampingan sertifikasi halal, pengembangan komunitas digital, hingga kolaborasi dengan Bank Indonesia untuk membangun jiwa wirausaha yang tangguh.