Pancasila Jadi Jangkar Moral Hadapi Dinamika Dunia

Suasana Peringatan Hari Lahir Pancasila di Tenggarong
Peringatan Hari Lahir Pancasila di Tenggarong. (Foto: Prokom Kukar)

 224 total views,  224 views today

Tenggarong, wartaikn.com – Pancasila berfungsi sebagai jangkar moral untuk menghadapi berbagai dinamika, mulai dari disrupsi teknologi hingga tantangan geopolitik.

Hal ini dikatakan Sekda Kutai Kartanegara (Kukar) Sunggono, saat m,embacakan sambutan tertulis Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi dalam peringatan Hari Lahir Pancasila di Tenggarong, pada Senin, 1 Juni 2026.

Ia menegaskan peran Indonesia di kancah internasional sesuai amanat Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, yakni ikut mewujudkan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.
‎‎
‎”Pancasila menjadi dasar bagi kebijakan luar negeri Indonesia yang bebas aktif, sementara nilai musyawarah dan mufakat menjadi instrumen diplomasi penting untuk menjembatani perbedaan dan meredam konflik,” katanya.

‎Untuk itu, Yudian mengajak seluruh elemen bangsa, khususnya generasi muda untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup, sehingga nilai-nilai Pancasila tidak sekadar menjadi hiasan di dinding kantor atau teks sejarah, melainkan diwujudkan dalam sikap dan tindakan sehari-hari.

Ia menyebut bahwa kegiatan ini menjadi pengingat pentingnya peran bersama dalam menjaga persatuan serta menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.

Dalam sambutannya, Yudian Wahyudi menegaskan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila merupakan momen refleksi untuk memastikan agar api Pancasila tetap menyala dalam jiwa setiap warga negara.

‎Mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, ia menyatakan bahwa nilai-nilai luhur Pancasila tidak hanya relevan untuk menjaga keutuhan bangsa, tetapi juga menjadi landasan bagi terciptanya perdamaian dunia yang abadi.

‎Ia juga menyebut Pancasila sebagai bintang penuntun yang telah membuktikan ketangguhannya. Di tengah ketidakpastian global dan ancaman fragmentasi, Indonesia tetap berdiri kokoh sebagai contoh bagaimana keberagaman lebih dari 17.000 pulau dan beragam etnik dapat disatukan dalam ikatan kebangsaan.

wartaikn.com @ 2023