Di Hadapan Mahasiswa, OIKN Tegaskan Pembangunan Nusantara Tetap Lanjut

Pertemuan dengan mahasiswa Kaltim
Suasana pertemuan dengan puluhan mahasiswa Kaltim di Unmul Samarinda. (Foto: Humas OIKN)

 154 total views,  154 views today

Samarinda, wartaikn.com — Diskusi mengenai keberlanjutan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) hadir dalam ruang akademik. Di hadapan puluhan mahasiswa perguruan tinggi se-Kalimantan Timur (Kaltim) Otorita IKN menegaskan pembangunan Nusantara terus berjalan dan tetap memperhatikan aspek lingkungan.

Puluhan mahasiswa tersebut berasal dari Universitas Mulawarman (Unmul), Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda, Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT) Samarinda, dan Politeknik Negeri Samarinda.

“Tidak benar kalau ada yang bilang IKN mangkrak. Hari ini saya tegaskan kembali bahwa tidak benar kalau IKN merusak hutan,” ujar Juru Bicara Otorita IKN (OIKN) Troy Pantouw, dalam Seminar Nasional Public Nations 2026 di Unmul Samarinda, Sabtu (23/5).

Ia menyatakan bahwa OIKN memiliki setiap kedeputian yang bertanggung jawab dalam pembangunan, termasuk pengelolaan hutan.

Seminar nasional bertema “IKN Sebagai Tonggak Pemerataan Ekonomi Nasional” ini diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Administrasi Publik FISIP Unmul.

Diskusi berlangsung aktif melalui pemaparan progres pembangunan IKN oleh Troy Pantouw serta pandangan langsung dari sisi akademik dari Dosen Program Studi Administrasi Publik FISIP Unmul, Wendy Waldianto.

“Saat ini terdapat MoU antara OIKN dan Unmul untuk mendorong inovasi keberlanjutan dan penguatan ekosistem di IKN, termasuk melalui peran mahasiswa dalam pembangunan berkelanjutan,” ujar Wendy dalam materi bertajuk “Penguatan Ekosistem Riset dan Inovasi dalam Mendukung Pembangunan Berkelanjutan Nasional”.

Berbagai pertanyaan disampaikan mahasiswa, termasuk mengenai kebermanfaatan energi dan pengelolaan lingkungan di kawasan Nusantara.
Dalam kesempatan tersebut, Anggota Departemen Penelitian dan Pengembangan HIMANISLIK FISIP Unmul, Nur Nailah, menyampaikan bahwa generasi muda perlu mempersiapkan diri menuju Indonesia Emas 2045, seiring dengan pembangunan IKN yang turut berkontribusi dalam arah besar pembangunan Indonesia ke depan.

“Dengan adanya pembangunan IKN, termasuk melalui seminar pada hari ini, kita sebagai generasi muda sekaligus mahasiwa harus mempersiapkan diri menuju Indonesia Emas Tahun 2045. Dari situ, kita bisa melihat dan kita bisa percaya bahwasanya itu akan terjadi,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Troy menjelaskan bahwa OIKN terus mendorong kebiasaan baru melalui penanaman pohon, sekaligus memanfaatkan teknologi energi bersih seperti panel surya di kawasan Nusantara.

“Melalui kebijakan Kepala OIKN, saat ini kami memiliki gaya hidup baru yaitu menanam pohon langsung oleh Insan OIKN. Kemarin Jumat (22/05/2026), kami juga baru melaksanakan kegiatan penanaman pohon, termasuk pohon endemik Kalimantan,” katanya.

Terlebih lagi, di KIPP Nusantara, bangunan-bangunan juga didukung listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) IKN yang berkapasitas hingga sekitar 50 MW,” kata Troy.

Kegiatan ini menjadi ruang pertemuan antara gagasan akademik, kritik mahasiswa, dan penjelasan langsung mengenai arah pembangunan IKN.

Melalui forum tersebut, kampus turut mengambil peran dalam menghadirkan diskusi yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga memperkuat pemahaman publik terhadap pemerataan pembangunan.

Menurut Wakil Dekan I Bidang Akademik FISIP Unmul, Rina Juwita, tema yang diangkat ini sangat relevan, tentang IKN. Ini bukan semacam pemindahan gedung semata, tetapi adalah pemerataan untuk seluruh warga negara Indonesia.

“Di sini, kampus itu bukan hanya teori, tetapi mengasah rasa kritis, terlebih lagi ini bukan tentang seremonial atau muncul di media sosial saja, tetapi menghadirkan gagasan dan kritik khususnya mahasiswa di Kaltim,” ujar Rina.

wartaikn.com @ 2023