Erau Sebagai Warisan Budaya dan Identitas Kutai

 48 total views,  48 views today

Tenggarong, wartaikn.com – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri menegaskan Festival Budaya Erau Adat Kutai bukan sekadar pesta adat tahunan, tetapi menjadi bagian penting dari warisan leluhur dan identitas masyarakat Kutai yang terus diwariskan lintas generasi.

“Erau bukan sekadar pesta adat tahunan atau tontonan budaya. Erau adalah simpul warisan leluhur, fondasi identitas, dan mata rantai peradaban Kutai yang melintasi zaman,” kata Aulia saat membuka Festival Budaya Erau Adat Kutai 2026 di Stadion Rondong Demang, Tenggarong, Minggu (20/9).

Festival Erau 2026 mengusung tema “Manunggal Raja Bersama Rakyatnya, Raja Menjamu Rakyatnya” dan dihadiri Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kukar, Sekretaris Daerah Kukar Sunggono, jajaran kepala organisasi perangkat daerah (OPD), camat, lurah, kepala desa serta tamu undangan lainnya.

Pembukaan ditandai dengan pembacaan titah dan pemukulan gong oleh Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura Aji Muhammad Arifin, kemudian dilanjutkan dengan penyalaan Api Brong.

Aulia mengatakan Erau Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura merupakan warisan budaya tak benda yang di dalamnya terdapat berbagai ritual adat yang telah berlangsung sejak lama di Tanah Kutai.

Menurut dia, setiap prosesi dalam Erau mengandung nilai-nilai luhur yang masih relevan dengan kehidupan masyarakat saat ini, antara lain penghormatan kepada leluhur, kesetiaan terhadap adat, semangat kebersamaan serta keharmonisan hubungan manusia dengan alam dan Sang Pencipta.

“Di dalam Erau tersimpan nilai penghormatan kepada leluhur, kesetiaan pada adat, kebersamaan masyarakat, serta prinsip harmoni antara manusia, alam, dan Sang Pencipta,” ujarnya.

Ia menilai nilai-nilai tersebut menjadi salah satu kekuatan yang membuat tradisi Erau mampu bertahan di tengah perubahan zaman.

Aulia juga mengatakan penyelenggaraan Erau 2026 memiliki arti penting karena Festival Budaya Erau Adat Kutai tahun ini masuk dalam agenda pariwisata nasional Kharisma Event Nusantara (KEN).

Masuknya Erau dalam agenda tersebut, menurut dia, menunjukkan bahwa kebudayaan Kutai Kartanegara memiliki daya tarik yang dapat dikenalkan lebih luas, tidak hanya kepada masyarakat daerah tetapi juga kepada wisatawan dari berbagai wilayah.

Karena itu, ia mengajak seluruh pihak memanfaatkan Erau sebagai momentum untuk melestarikan tradisi sekaligus memperkenalkan sejarah, adat dan kebudayaan Kutai kepada masyarakat luas.

Ia berharap pelaksanaan Erau dapat memperkuat kecintaan generasi muda terhadap warisan budaya sekaligus mendukung pengembangan pariwisata berbasis budaya di Kabupaten Kukar.

wartaikn.com @ 2023