258 total views, 258 views today
Nusantara, wartaikn.com – Pukul lima sore, lalu lintas di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara mulai lengang. Di salah satu halte di depan Kantor Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN), sejumlah pegawai terlihat berjalan santai dan menunggu bus dalam kota gratis menuju hunian masing-masing.
Tidak ada perjalanan berjam-jam yang harus ditempuh sebelum tiba di rumah, cukup menghabiskan waktu 10 menit perjalanan.
Bagi Mirfa, seorang pegawai ASN dari Otorita IKN yang telah menetap di Nusantara selama satu tahun, perubahan yang paling terasa bukan hanya lokasi kantor yang dekat, tetapi juga ritme hidup yang berbeda.
“Dulu setelah pulang kerja rasanya sudah capek karena perjalanan panjang. Sekarang selesai kerja masih sempat jogging atau ikut latihan badminton. Rasanya hari belum benar-benar selesai setelah jam kantor,” ujarnya.
Cerita serupa juga dirasakan banyak pekerja dari berbagai lembaga dan dunia usaha yang kini tinggal di kawasan Nusantara.
Kehadiran hunian, ruang terbuka hijau, fasilitas olahraga, layanan kesehatan, hingga pusat kuliner mulai membentuk ritme kehidupan baru yang lebih dekat antara tempat tinggal dan tempat bekerja.
Konsep ini sejalan dengan pendekatan kota layak huni yang menempatkan kualitas hidup masyarakat sebagai pusat pembangunan kota.
Konsep kota yang menghubungkan hunian, perkantoran, kawasan komersial, hingga fasilitas publik membuat banyak aktivitas dapat dilakukan tanpa harus bergantung pada kendaraan. Jalur pejalan kaki dan jalur sepeda yang saling terkoneksi memudahkan masyarakat berpindah dari satu tempat ke tempat lain dengan nyaman.
Bagi sebagian orang, perubahan itu mungkin hanya soal perjalanan yang lebih singkat. Namun bagi mereka yang menjalaninya setiap hari, sepuluh menit perjalanan pulang berarti waktu yang kembali dimiliki.
Waktu yang dulu habis di kemacetan kini berubah menjadi kesempatan untuk olahraga di sore hari, mengikuti komunitas berkebun, bersepeda bersama teman, bercengkerama dengan kualitas lebih baik dengan keluarga atau sekadar menikmati ruang terbuka sebelum matahari terbenam.
Di akhir pekan, Mirfa kerap mengajak keluarganya berjalan kaki menikmati ruang terbuka di sekitar kawasan. Baginya, kota bukan hanya tempat mencari nafkah, tetapi juga tempat membangun kehidupan.
“Saya berharap ke depan semakin banyak fasilitas yang lengkap, sekarang jalur pejalan kaki sudah terhubung, sangat nyaman rasanya jalan sore hari, menikmati senja di belakang Istana Garuda sambil menghirup udara sore di IKN yang bersih. Saya senang sekali,” katanya sambil mengawasi anaknya bermain.
Nusantara masih terus bertumbuh. Jalan baru dibangun, layanan publik terus dilengkapi, dan aktivitas ekonomi bertumbuh dan berkembang.
Di balik pembangunan fisik tersebut, gaya hidup sehari-hari warga yang menetap perlahan ikut berubah, ditandai bukan hanya oleh fasilitas sarana dan prasarana yang berdiri, tetapi juga oleh hadirnya waktu yang lebih berkualitas, akses yang semakin mudah, udara yang segar dan harapan akan mutu kehidupan yang lebih baik.