“Menolak Lupa, Menulis Samarinda” – Pameran Samarinda Graphic Memoir Angkat Isu Ingatan Kota

pengunjung memoir
Pengunjung menikmati desain visual dalam Pameran Samarinda Graphic Memoir 2026. (Foto: Ist)

 522 total views,  56 views today

Samarinda, wartaikn.com – Lebih dari 200 karya dalam merekam ingatan Kota Samarinda ditampilkan di Pameran Samarinda Graphic Memoir 2026 yang telah digelar, dengan lebih dari 400 pengunjung tercatat hadir selama penyelenggaraan.

Digagas oleh Ramadhan S. Pernyata, seorang desainer grafis, penulis, dan penggerak praktik desain visual asal Samarinda, pameran ini merupakan gelaran ketujuh Samarinda Design Hub yang dipersiapkan sejak Agustus 2025.

Melalui inisiatif Samarinda Design Hub yang ia dirikan, Ramadhan secara konsisten mengembangkan praktik pengarsipan visual kota melalui pameran dan publikasi berbasis graphic memoir.

Karya-karya yang ditampilkan menghadirkan beragam perspektif visual tentang Samarinda, mulai dari perubahan ruang kota, memori personal, hingga fenomena sosial yang perlahan menghilang dari keseharian warga.

“Pameran ini bukan tentang nostalgia, tetapi tentang bagaimana kita mengenali kembali ruang hidup kita sendiri,” ujar Ramadhan.

Sebanyak 20 partisipan terlibat dalam pameran ini, membangun narasi visual kota secara jujur dan reflektif melalui medium graphic memoir.

Pameran ini turut dihadiri sejumlah pejabat daerah, tokoh pendidikan dan literasi, serta pelajar dan mahasiswa bidang Desain Komunikasi Visual (DKV) dari Samarinda dan Balikpapan.

Antusiasme publik terhadap isu ruang dan ingatan kota tercermin dari tingginya jumlah kunjungan sepanjang pameran berlangsung.

Sebagai bagian dari upaya memperluas jangkauan arsip, sejumlah publikasi Samarinda Graphic Memoir telah tersimpan di Library of Congress dan Leiden University Libraries. Tahun ini, katalog pameran terbaru juga direncanakan menyusul dikirim kepadadua institusi tersebut.

Melalui pameran ini, Ramadhan berharap kesadaran kolektif terhadap pentingnya menjaga ingatan kota dapat terus tumbuh, seiring dengan laju perubahan yang semakin cepat.

“Yang hilang bukan hanya ruang, tapi juga cara kita mengingatnya,” tambahnya.

Pameran Samarinda Graphic Memoir menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam membangun arsip visual kota, sekaligus menegaskan pentingnya peran seni dalam merekam dan memahami perubahan ruang hidup masyarakat. (SP)

wartaikn.com @ 2023