815 total views, 4 views today
Samarinda, WARTAIKN. COM – Ketua Komisi IV DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) Baba, menegaskan bahwa pemerintah provinsi setempat harus hadir di sekolah swasta terkait pendidikan gratis, karena masih ada sekolah swasta yang menerapkan uang gedung, sehingga hal ini membebani orang tua.
“Pungutan uang gedung di sekolah seharusnya tidak ada, digratiskan demi menjamin akses pendidikan yang benar-benar inklusif dan berkeadilan. Biaya uang gedung yang harus ditanggung peserta didik, pasti memberatkan masyarakat,” kata Baba.
Bahkan biaya uang gedung ini pun menjadi penghalang serius dalam mewujudkan pendidikan gratis yang merata sesuai dengan yang dicita-citakan, terlebih provinsi ini sudah mengusung semboyan Gratis Pol.
Tentu tidak ada yang percaya dengan pendidikan gratis jika ada siswa yang dibebani uang gedung, apalagi di sekolah swasta yang justru banyak menampung anak-anak dari keluarga menengah ke bawah.
“Sekolah swasta memainkan peran penting dalam mendukung sistem pendidikan nasional, terutama di kawasan yang belum terjangkau sekolah negeri, tapi karena minimnya dukungan anggaran dari pemerintah, sehingga membuat sekolah swasta membebankan biaya tambahan ke orang tua siswa,” katanya.
Terkait dengan kondisi ini, maka ia minta Pemprov Kaltim mengambil langkah konkret dengan mengalokasikan bantuan keuangan khusus, untuk menutupi kebutuhan uang gedung di sekolah swasta.
“Skema ini bisa dilakukan melalui beberapa pola, misalnya dengan mekanisme hibah pendidikan atau bantuan operasional berbasis kebutuhan dan asas pemerataan, sehingga sekolah swasta tidak lagi membebankan ke peserta didik,” kata Baba. (Adv)