MTQ Nasional di Semarang Dihadiri 2.242 Peserta

Suasana pembukaan MTQ Nasional di Semarang, Sabtu malam (12/9/2026). Foto: Ist

 172 total views,  172 views today

Semarang, wartaikn,com – Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno membuka Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Tingkat Nasional ke-31, di Arena Utama MTQ, Lapangan Pancasila, Simpang Lima, Semarang (12/9) malam, ditandai pemukulan bedug.

“Bapak Presiden menyampaikan permohonan maaf karena tidak bisa hadir secara langsung karena bersamaan dengan tugas kenegaraan, menghadiri pertemuan para kepala negara di India,” ujar Pratikno saat pembukaan tersebut.

Sebelumnya Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Nasional, Abu Rokhmad, yang sehari-hari bertugas  sebagai Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam, Kementerian Agama menyampaikan bahwa MTQ Tingkat Nasional ini diikuti oleh 37 provinsi dari seluruh Indonesia.

“Tercatat jumlah peserta sebanyak 2.242 orang. Ada 8 cabang lomba, 24 golongan, dan 48 katagori musabaqah”.

Lebih lanjut, Abu Rokhmad menyampaikan bahwa perhelatan MTQ Tingkat Nasional ini  diawasi oleh 7 pengawas dan 155 hakim Nasional.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, ketika memberikan sambutan dengan penuh semangat menyampaikan apresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada Menteri Agama dan LPTQ atas kepercayaan yang diberikan sebagai tuan rumah penyelenggara MTQ Tingkat Nasional ke-31.

Lebih lanjut, ia menuturkan dipilihnya Jawa Tengah sebagai tuan rumah penyelenggara MTQ kali ini setelah menunggu tidak kurang dari 47 tahun, karena Provinsi Jawa Tengah terakhir sebagai tuan rumah MTQ Tingkat Nasional pada Tahun 1979.

“Saya merasa bersyukur menjadi salah satu saksi terselenggaranya MTQ Tingkat Nasional ke-31”.

Ahmad Luthfi juga menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas kehadiran 14 Gubernur dan 7 Wakil Gubernur.

Jauhar Efendi melaporkan dari arena tempat pembukaan MTQ, bahwa Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud beserta istri disebut secara khusus oleh Gubernur Jawa Tengah, karena 2 tahun lalu meraih juara umum.

Bahkan, Gubernur Jawa Tengah dengan nada masgul bertanya, “Kenapa Kaltim yang penduduknya hanya 5 juta bisa mengalahkan Jawa Tengah yang penduduknya hampir 38 juta? Lalu ia jawab sendiri, itulah namanya Musabaqah Tilawatil Qur’an”.

Gubernur Kaltim bersama istri, Bunda Harum yang juga anggota DPR-RI didampingi Ketua Umum LPTQ Kaltim yang sehari-hari menjabat sebagai Sekda Kaltim, Sri Wahyuni nampak melambaikan tangan dengan penuh semangat ketika barisan defile Kafilah Kaltim melewati panggung utama.

Hadir pula di tribun utama, Kakanwil Kementerian Agama Kaltim, Abdul Kholiq. Sedangkan pada barisan defile,  ikut terjun secara langsung dan membaur dengan Kafilah Kaltim, Ketua II LPTQ Kaltim, yang juga sebagai  Kepala Biro Kesra, Dasmiah, Ketua III, Jauhar Efendi, Sekretaris Umum LPTQ Kaltim, yang juga sebagai Ketua Kafilah, Rudi Kartono, Sekretaris I, Hamsani, Sekretaris II, Etty Shanty, para Kepala Kantor Kemenag Kabupaten/Kota se Kaltim dan 56 kafilah Kaltim.

Sementara itu, Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar menyampaikan, bahwa Rektor Universitas Al-Azhar, Cairo, juga hadir pada acara pembukaan ini, sekaligus sebagai pembicara pada Seminar Internasional.

Di sisi lain, Menteri Agama juga mengumumkan, bahwa mulai tahun depan atau setiap tahun diadakan MTQ Tingkat Nasional, sekaligus menyampaikan, bahwa kebijakan kegiatan Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) ditiadakan, dan dan diganti dengan MTQ.

Lebih lanjut Nasaruddin Umar menegaskan, bahwa MTQ ini bukan sekedar kompetisi, tapi festival terbesar Al-Qur’an dan pesta rakyat yang berdampak pada sosial ekonomi.

“Dibandingkan dengan MTQ Internasional, MTQ Nasional jumlah pesertanya jauh lebih banyak. Demikian juga dengan jumlah cabang, golongan, dan katagori yang juga jauh lebih banyak”, ujar Menteri Agama.

Ditambahkannya, tema yang diangkat dalam MTQ kali ini adalah “Menebar Cahaya Al-Qur’an dalam Harmoni Menuju Indonesia Emas yang Berkeadaban”.

Tema ini menyambungkan kembali bacaan dengan tindakan. Hafalan dengan pengamalan. Pengetahuan dengan keteladanan.

“Dalam keluarga, sikap qurani hadir dalam kasih sayang, tanggungjawab, musyawarah, dan kemampuan menjaga kehormatan satu sama lain, serta tidak ada kekerasan dalam rumah tangga”.

Lebih jauh, Menteri Agama mengingatkan kepada kita semua tentang Al-Qur’an.

” Al-Qur’an tidak boleh hanya hadir terdengar dalam pembukaan acara,    tetapi kehilangan daya pengaruhnya ketika mengelola anggaran, menggunakan kewenangan, memberikan pelayanan dan mengambil keputusan,” kata  Menteri Agama, Nasaruddin Umar. (MJE)

wartaikn.com @ 2023