229 total views, 229 views today
Jakarta, wartaikn.com – Menjelang pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Nasional ke-31 di Semarang, Jawa Tengah, September 2026, Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Provinsi Kaltim intensif meningkatkan durasi pemusatan latihan (TC) bagi para peserta asal Kaltim.
Sebanyak 57 peserta MTQ Nasional dari Kaltim mulai Sabtu (8/8) selama satu bulan penuh sampai 9 September 2026 diasramakan di Wisma Pamentas, Kelurahan Lebak Bulus, Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan untuk mengikuti pemusatan pelatihan yang terakhir, yakni secara tatap muka. Sebelumnya, pemusatan latihan digelar secara daring.
Koordinator pelatih, Ustaz Hajarul Akbar, menyampaikan bahwa untuk pelatihan yang terakhir ini, para peserta diminta untuk meningkatkan disiplin dan semangat untuk berlatih dengan sungguh-sungguh.
Semua kafilah dari berbagai provinsi di Indonesia tentu melakukan hal yang sama untuk mempersiapkan diri meraih prestasi terbaik di ajang bergengsi MTQ Tingkat Nasional pada Bulan September yang akan datang.
Lebih lanjut, Ustaz Hajarul menjelaskan bahwa selama pelatihan nanti peserta wajib mengikuti try-out atau uji coba sebanyak delapan kali, yaitu setiap hari Rabu dan hari Sabtu.
Untuk hari Rabu, try-out dilaksanakan di Wisma Pamentas, dengan menghadirkan para pelajar dan santri dari sekitar Wisma. Sedangkan untuk uji coba (praktik) setiap hari Sabtu dilakukan di luar Wisma, dengan pertimbangan pada hari libur tingkat kemacetan di Jakarta mengalami penurunan, sehingga perjalanan ke luar bisa berjalan dengan lancar.
“Selama pelatihan peserta dibimbing oleh para pelatih nasional. Di samping itu, diberikan pembinaan kedisiplinan dari institusi TNI Angkatan Darat. Selain itu, juga akan dilakukan penguatan motivasi bagi para peserta, agar mereka bisa meraih prestasi maksimal,” ujar Hajarul.
Sementara Wakil Ketua II LPTQ, Dasmiah, yang sehari-hari bertugas sebagai Kepala Biro Kesra menjelaskan, sebanyak 57 orang peserta yang mengikuti TC itu berasal dari delapan daerah.
Kabupaten Kutai Timur sebanyak 13 orang, Kota Samarinda 11 orang, Kabupaten Kutai Kartanegara 10 orang, Kota Bontang 6 orang, Kota Balikpapan 5 orang. Sedangkan Kabupaten Berau, Kabupaten Paser, dan Kabupaten Penajam Paser Utara masing-masing 4 orang.
Adapun Kabupaten yang tidak mengirimkan peserta adalah Kabupaten Kutai Barat dan Kabupaten Mahakam Ulu.
“Usai penutupan pelatihan pada 9 September mendatang, para peserta pelatihan langsung diberangkatkan ke Semarang dengan dua kendaraan bus untuk menghadapi MTQ Nasional 2026,” jelas Hamsani, Wakil Sekretaris I LPTQ Kaltim.
Sementara Sekda Kaltim yang juga Ketua LPTQ setempat Sri Wahyuni, ketika membuka acara pemusatan pelatihan, mengingatkan kembali kepada seluruh peserta pelatihan bahwa beban mempertahankan juara itu lebih berat, dibandingkan baru berusaha meraih juara, karena untuk meraih juara itu tidak ada beban.
“Kaltim pernah meraih juara umum berturut-turut. Pada MTQ Nasional XXX Tahun 2024 di Samarinda. Pada 2025, lagi-lagi Kaltim meraih juara umum, pada Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadist (STQH) Tingkat Nasional XXVIII di Kendari, Sulawesi Tenggara,” kata Sri Wahyuni.
Beban berat inilah yang harus dipertaruhkan pada gelaran MTQ Tingkat Nasional XXXI yang akan berlangsung pada tanggal 11 – 20 September 2026 di Kota Semarang.
Jauhar Efendi, selaku Wakil Ketua LPTQ Kaltim melaporkan dari Wisma Pamentas, usai dibuka oleh Sekda Kaltim, dilanjutkan dengan peninjauan ke ruang-ruang pelatihan pada berbagai cabang/golongan serta peninjauan asrama peserta selama pelatihan.
Sekda mengaku puas dengan fasilitas yang diberikan oleh pihak Yayasan, walaupun sederhana, cukup representatif dan cukup bersih.
Tampak hadir pada kegiatan tersebut, Kakanwil Kementerian Agama ProvProvinsi Kaltim Abdul Kholiq, yang juga Wakil Ketua I LPTQ Kaltim, Sekretaris LPTQ, Rudi Kartono, yang sehari-hari menjabat sebagai Kabid Bimas Islam Kemenag Kaltim.
Ada pula Wakil Sekretaris I LPTQ Kaltim, yang sehari-hari menjabat sebagai Kabag Bina Mental pada Biro Kesra Kaltim Prof. Dr. Bambang Iswanto, serta beberapa perwakilan pelatih dan beberapa staf Sekretariat LPTQ Kaltim. (MJE)