Saatnya Samarinda Menanam Masa Depan

NPP
NPP

 1,276 total views,  4 views today

Seruan untuk Kota yang Rindang, Layak Huni dan Menyenangkan

Oleh: Nurul Puspita Palupi (Fakultas Pertanian Unmul Samarinda)

Samarinda, wartaikn.com – Samarinda sedang berbenah..jalan diperhatikan…pusat kota dipercantik…, dan aktivitas ekonomi kian bergerak cepat.

Sebelum kembali cerewet, saya tetap berterimakasih atas upaya Pemerintah Kota Samarinda yang luar biasa ini.
Namun, di tengah laju pembangunan dan upaya-upaya tersebut, ada satu pertanyaan penting yang patut kita ajukan bersama, apakah kota ini juga sedang menjadi tempat yang semakin nyaman untuk ditinggali?

Sebagai kota yang berada di wilayah katulistiwa, Samarinda menghadapi kenyataan iklim yang panas dan lembap sepanjang tahun. Namun, kondisi ini seharusnya tidak menjadi alasan untuk menyerah pada ketidaknyamanan.

Justru sebaliknya, inilah alasan paling kuat mengapa kota ini harus dirancang dengan pendekatan yang lebih ramah iklim. Salah satu jawabannya adalah vegetasi yang rindang dan terencana.

Kita tidak kekurangan bukti. Kota-kota di dunia dengan iklim serupa telah membuktikan bahwa kehadiran pohon dalam jumlah besar mampu mengubah wajah kota secara signifikan.

Kanopi pepohonan yang menaungi jalan tidak hanya memberikan keteduhan, tetapi juga menurunkan suhu lingkungan secara nyata. Perbedaan beberapa derajat saja sudah cukup untuk mengubah pengalaman berjalan kaki dari yang melelahkan menjadi menyenangkan.

Bayangkan, Samarinda dengan koridor jalan utama yang dipenuhi pohon peneduh. Trotoar tidak lagi sekadar jalur sempit yang terabaikan, tetapi menjadi ruang publik yang hidup, tempat orang berjalan santai, berbincang, bahkan menikmati kota tanpa rasa terbakar matahari.

Ini bukan mimpi yang terlalu jauh. Ini adalah hasil dari keputusan yang tepat dan konsisten.

Di sinilah peran kepemimpinan menjadi sangat penting. Wali Kota Samarinda memiliki kesempatan besar untuk meninggalkan warisan yang tidak hanya terlihat dalam beton dan aspal, tetapi juga dalam kualitas hidup warganya.

Program penanaman pohon tidak boleh lagi bersifat sporadis atau simbolis. Ia harus menjadi gerakan kota yang terencana, terukur, dan berkelanjutan.

Langkah konkret dapat dimulai dari hal-hal yang mendasar. Setiap proyek pembangunan jalan wajib menyertakan penanaman pohon peneduh sebagai bagian integral, bukan tambahan.

Setiap pembangunan gedung harus menyertakan minimal 30 persen ruang terbuka hijau yang penuh dengan tanaman yang juga berfungsi sebagai area serapan air.

Trotoar harus didesain dengan ruang yang cukup untuk akar dan pertumbuhan pohon. Jenis tanaman yang dipilih pun harus mempertimbangkan ketahanan, daya rindang, kemudahan perawatan, estetika, serta tidak mengganggu aktivitas yang bergerak disekitarnya.

Lebih jauh, pemerintah kota dapat menetapkan target ambisius namun realistis, seperti berapa kilometer jalan yang akan ditanami pohon setiap tahun? Berapa persen wilayah kota yang akan ditingkatkan tutupan hijaunya dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan?

Pelibatan Banyak Unsur

Target ini penting, bukan hanya sebagai ukuran keberhasilan, tetapi juga sebagai bentuk komitmen yang bisa diawasi publik.

Namun, gerakan ini tidak bisa berjalan sendiri. Partisipasi masyarakat perlu dirangkul.

Warga dapat dilibatkan dalam program adopsi pohon, komunitas dilibatkan dalam perawatan ruang terbuka hijau, dan dunia usaha didorong untuk berkontribusi melalui tanggung jawab sosial mereka. Ketika pohon menjadi bagian dari identitas kota, semua pihak akan merasa memiliki.

Manfaatnya jauh melampaui estetika. Kota yang rindang terbukti meningkatkan kesehatan fisik dan mental warganya.
Udara yang lebih bersih, suhu yang lebih nyaman, serta ruang terbuka yang menenangkan akan membantu mengurangi stres dan meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan. Dalam jangka panjang, ini bahkan berdampak pada produktivitas masyarakat.

Lebih dari itu, kota yang nyaman akan mendorong perubahan gaya hidup. Ketika berjalan kaki menjadi pilihan yang menyenangkan, ketergantungan pada kendaraan bermotor akan berkurang.
Ini berarti kemacetan menurun, polusi berkurang, dan interaksi sosial meningkat. Kota menjadi lebih hidup, lebih hangat, dan lebih manusiawi.

Samarinda tidak harus menjadi kota yang panas dan melelahkan hanya karena letaknya di garis katulistiwa. Kita memiliki pilihan. Dan pilihan itu ada di tangan para pengambil kebijakan hari ini.

Seruan ini sederhana, namun mendesak. Mari menanam lebih banyak pohon, bukan sekadar untuk hari ini, tetapi untuk masa depan.

Setiap pohon yang ditanam adalah investasi jangka panjang-untuk udara yang lebih bersih, untuk kota yang lebih nyaman, dan untuk hati yang lebih tenang.

Pak Wali Kota Samarinda, inilah saatnya menjadikan vegetasi sebagai prioritas utama pembangunan. Bukan sebagai pelengkap, tetapi sebagai fondasi. Kota yang hebat bukan hanya yang tumbuh pesat, tetapi yang mampu membuat warganya betah tinggal, berjalan, dan hidup di dalamnya.

Semua itu bisa dimulai dari satu langkah sederhana, yakni menanam pohon, lalu merawatnya dengan kesungguhan dan tidak membiarkan tanaman yang telah kita tanam ditebang tanpa izin. (NPP)

wartaikn.com @ 2023