ITS Surabaya Juara Umum Kontes Robot Terbang Indonesia

Suasana penutupan Kontes Robot di IKN Jumat (25/9/2026) malam. (Foto: Humas OIKN)

 57 total views,  57 views today

Nusantara, wartaikn.com – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya meraih Juara Umum Kontes Robot Terbang Indonesia (KRTI) 2026 yang digelar di Ibu Kota Nusantara (IKN) pada 21-25 September 2026.

ITS menerima piala bergilir Danadyaksa Dirgantara pada _closing ceremony_ dan _awarding_ KRTI 2026, Jumat (25/9/2026) malam.

Piala bergilir tersebut diserahkan oleh Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono bersama Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) Dr. Beny Bandanadjaja, S.T., M.T., Rektor Institut Teknologi Kalimantan Prof. Dr.rer.nat. Agus Rubiyanto, M.Eng.Sc., dan Koordinator Dewan Juri Mona Arif Muda, S.T., M.T.

KRTI 2026 mempertemukan 94 tim mahasiswa dari 43 perguruan tinggi di Indonesia, untuk menguji kemampuan dan inovasi teknologi wahana udara nirawak (_Unmanned Aerial Vehicle_/UAV).

Selama lima hari, para peserta berkompetisi dalam lima divisi, yakni _Racing Plane_, _Fixed Wing_, _Vertical Take Off Landing_ (VTOL), _Long Endurance Low Altitude_ (LELA), dan _Technology Development_.

Kompetisi tersebut menguji berbagai aspek pengembangan UAV, mulai dari kemampuan terbang, desain, strategi, pengembangan teknologi, hingga kemampuan peserta beradaptasi dengan kondisi lapangan.

Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah menyelenggarakan KRTI 2026 di IKN.

“Atas nama Otorita IKN, terima kasih semuanya sudah mengadakan acara kompetisi ini di IKN. Terima kasih Pak Rektor ITK dan terima kasih Pak Direktur Belmawa, semuanya saya kira happy,” katanya.

Rektor Institut Teknologi Kalimantan Prof. Dr.rer.nat. Agus Rubiyanto, M.Eng.Sc. mengatakan bahwa KRTI bukan sekadar kompetisi untuk memperebutkan trofi, tetapi juga menjadi sarana untuk menguji gagasan dan penerapan teknologi.

KRTI ini bukan hanya kompetisi biasa untuk memperebutkan trofi kejuaraan, tetapi sarana pengujian gagasan dan aplikasi.

“Kalau kita lihat dari awal, betapa luar biasanya adik-adik kita. Mulai dari teknologi development, lalu race plane, fixed wing, kemudian VTOL, LELA, alhamdulillah saya bisa mengikuti semua kegiatan yang ada,” ujarnya.

Agus mengatakan penguasaan teknologi penerbangan tanpa awak sejalan dengan konsep pembangunan IKN sebagai kota cerdas, hijau, dan berkelanjutan. Karena itu, mahasiswa memiliki peran penting dalam pengembangan teknologi penerbangan tanpa awak.

Tentu saja hal ini berkorelasi dengan pembangunan Ibu Kota Nusantara dengan konsep _smart, green, sustainable city_.

“Dalam mewujudkan kota masa depan, memang dibutuhkan penguasaan teknologi penerbangan tanpa awak oleh sebab itu, peran adik-adik di sini sangat krusial sekali. Maka selama ini kalau kita belum pernah ke Ibu Kota Nusantara beritanya itu simpang siur,” jelas Agus.

Agus berharap pengalaman mahasiswa selama mengikuti KRTI di IKN dapat dibawa kembali ke perguruan tinggi masing-masing, termasuk semangat inovasi serta konsep smart dan forest city yang dikembangkan di Nusantara.

“Begitu kita melihat di sini betapa luar biasanya ibu kota Nusantara. Harapan kami, nanti adik-adik dengan membawa semangat inovasi. Semangat smart dan forest city IKN ini dibawa ke rumah masing-masing,” katanya.

Sementara itu, Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kemendiktisaintek Dr. Beny Bandanadjaja, S.T., M.T. menilai KRTI menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menguji gagasan, kemampuan analisis, kerja tim, pengambilan keputusan, serta kemampuan beradaptasi dengan kondisi lapangan.

“KRTI bukan tentang siapa yang menjadi pemenang, kompetisi ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk belajar memecahkan masalah menguji gagasan, bekerja dalam tim, mengambil keputusan dan menghadapi berbagai kondisi yang tidak selalu sesuai dengan rencana. Artinya situasi ketika adik-adik mahasiswa merancang di kampus dengan kondisi lapangan di IKN itu tentunya sesuatu yang berbeda,” ujarnya.

Beny menekankan, teknologi yang dikembangkan dalam KRTI perlu terus dikembangkan agar tidak berhenti pada kompetisi, tetapi dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

“Kemudian yang tidak kalah penting, kita berharap semoga seluruh teknologi yang dikembangkan dalam KRTI ini itu bisa diteruskan. Tidak hanya dilaksanakan pada hari ini,” ungkapnya.

Ia melanjutkan, semangat tersebut sejalan dengan konsep kampus berdampak yang mendorong mahasiswa untuk menerapkan pengetahuan, keterampilan, dan teknologi dalam menyelesaikan persoalan di masyarakat.

wartaikn.com @ 2023