910 total views, 2 views today
Muara Jawa, wartaikn.com – Hamparan lahan pertanian di Muara Jawa tampak hidup di tengah aktivitas panen bersama pagi itu. Pada Kamis (9/4/2026), para petani berkumpul tidak hanya untuk memetik hasil pertanian, tetapi juga berbagi cerita dan harapan tentang masa depan kawasan pertanian di Ibu Kota Nusantara (IKN).
Panen bersama ini menjadi ruang pertemuan antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat. Di sela-sela aktivitas panen, interaksi melalui percakapan tatap muka berlangsung secara terbuka.
Bagi Otorita IKN, dialog ini menghadirkan berbagai aspirasi dari para petani dan masyarakat yang terlibat langsung dalam lahan pertanian.
Hadirnya berbagai pemangku kepentingan memberikan dukungan terhadap panen bersama Padi Gogo sebagai inovasi hasil pertanian.
Salah satunya perwakilan dari PT Pupuk Kalimantan Timur, Joko, yang menyampaikan bahwa pengembangan sektor pertanian di wilayah Nusantara akan diarahkan pada pendekatan yang lebih berkelanjutan.
Untuk wilayah IKN ini, pihaknya akan menyesuaikan konsep di IKNi, karena ini merupakan regeneratif pertanian. Meski pihaknya punya pupuk kimia, tetapi akan sangat meminimalkan itu.
Ini yang menarik, jadi nanti ia bisa belajar bagaimana membuat pupuk yang bukan bukan pupuk kimia, apalagi pupuk subsidi, namun merupakan pupuk organik dan pupuk kompos.
“Pada intinya kami siap, untuk pergerakan maju dan pengembangannya kami akan selalu berkolaborasi dengan Otorita IKN beserta berbagai pihak lainnya,” ujar Joko seperti rilis yang ditulis oleh Humas Otorita IKN.
Panen bersama ini menandai tumbuhnya Padi Gogo melalui hasil kolaborasi penelitian dengan Institusi Pertanian Bogor (IPB) sekaligus sebagai aksi pemberdayaan masyarakat di sektor pertanian.
Dalam kegiatan ini, para petani menyampaikan kebutuhan yang mereka hadapi secara langsung, mulai dari pengelolaan lahan hingga dukungan sarana produksi.
“Terima kasih Bapak, saya mewakili dari KWT menyampaikan. Di Muara Jawa ini ada 13 kelompok KWT dan kami memohon bimbingan dari Bapak Bupati, juga Bapak Kepala Otorita IKN,” kata Diana, perwakilan Kelompok Wanita Tani (KWT) Nauli, di Muara Jawa.
Mungkin, lanjut ia, kaum ibu di intern KWT yang lahannya ada di lingkungan rumah, berbeda dengan petani. Tetapi kadang terkendala di tempat pengolahan dan perlu bimbingan cara mengelola lahan pekarangan agar KWT di Muara Jawa dapat lebih maju dan lebih baik lagi.
Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Gapoktan Maju Sejahtera, Sarnu, yang menyampaikan kondisi serta kebutuhan kelompok tani di wilayah Muara Jawa.
“Gapoktan kami di Muara Jawa ada 19 kelompok tani dan 2 KWT, dengan jumlah anggota yaitu 400 orang lebih. Luasan lahan kami baik lahan basah maupun lahan kering itu sekitar 400 hektar,” kata Sarnu.
Pihaknya selaku tuan rumah mengucapkan terima kasih atas kehadiran semuanya. Namun keluhan para petani yang tergabung dalam kelompok tani, sebagaimana yang disampaikan Wakil Bupati Kukar Rendi Solihin, yaitu minimnya alsintan (alat dan mesin pertanian) serta pupuk.
Sarnu juga menambahkan pentingnya dukungan terhadap aksesibilitas, khususnya kondisi jalan menuju lahan pertanian, serta solusi pemanfaatan lahan untuk kegiatan persawahan yang dapat meningkatkan produktivitas secara berkelanjutan.
Di tengah proses pembangunan Nusantara yang terus berjalan, sektor pertanian di wilayah sekitar Nusantara tetap menjadi bagian penting dalam penguatan ekosistem kawasan.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat, diharapkan pengembangan pertanian dapat berjalan seiring dengan prinsip keberlanjutan yang diusung dalam pembangunan Nusantara.
Panen bersama ini tidak hanya menandai hasil yang dicapai, tetapi juga menjadi ruang bersama untuk merumuskan langkah ke depan, agar pertanian di wilayah sekitar Nusantara terus tumbuh dan memberikan manfaat bagi masyarakat.