1,200 total views, 2 views today
Ada sebuah pameo lama “tangan perempuan adalah tiang negara”.
Namun di PIISEI (Perkumpulan Istri Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia) Pusat dan Daerah, tangan-tangan itu tidak hanya menopang rumah tangga, tetapi juga merajut jaring pengaman sosial bagi mereka yang nyaris terlupakan oleh derap pembangunan.
Ramadhan 1447 H kali ini menjadi saksi bahwa organisasi ini bukanlah sekumpulan “emak-emak” yang menghabiskan waktu dengan agenda seremonial atau sekadar berkumpul tanpa makna.
Di balik struktur organisasi yang rapi dengan komando Pengurus Pusat di Jakarta Ny. Wulandari P. Ferry Warjiyo, tersimpan energi besar untuk sebuah misi kemanusiaan: Pengabdian Tanpa Batas.
Fokus PIISEI selama ini sangat jelas, yakni memastikan wanita dan anak-anak Indonesia, khususnya mereka yang terhimpit kemiskinan, mendapatkan haknya untuk bermimpi.
Melalui program orang tua asuh, bantuan biaya sekolah, hingga peralatan pendidikan, PIISEI telah lama menjadi oase bagi mereka yang terpinggirkan.
Memasuki pertengahan Maret 2026, tepatnya pada 13 dan 14 Maret, denyut kepedulian itu terasa nyata di Kota Samarinda.
Menjelang Idul Fitri yang tinggal menghitung hari, PIISEI Pusat bersinergi dengan PIISEI Cabang Samarinda dibawah komando Ketua PIISEI Samarinda Ny. Maryunah.
Ditambah sekretaris Ny. Murniati Usman, lantas Tim Ny. Noor Zaenah, Ny. Emilviah Yepin, Ny, Muliana Adi Wijaya, dan Ny. Kuleh, emak-emak tahan banting ini blusukan dari satu kampung ke kampung lain, dari satu lorong gang ke lorong gang sempit, dari satu rumah ke rumah yang lain!.
Emak-emak super ini berjibaku turun langsung ke jantung pemukiman warga.Memastikan Dapur Tetap Berasap, memastikan Anak-Anak tetap Tersenyum saat Ramadhan dan Iedul Fitri.
Jumat ini, jam 10.00 pagi, sebagian kawasan Samarinda diwarnai gerimis, dengan dibuka pembacaan doa oleh Ustadz Taher dan kehadiran dekan FEB UNMUL Bapak Dr. Zainal Abidin yang telah memberikan suport penuh untuk pelaksanaan pembagian bakti sosial PIISEI ini, berangkat dari titik logistik utama di rumah kediaman Ketua PIISEI Samarinda.
Tiga titik menjadi sasaran utama dalam berbagi hana pokok penting, yakni Kelurahan Sempaja Utara, Kelurahan Lempake, dan Kelurahan Sungai Pinang
Di sana, sebanyak ratusan Kepala Keluarga yang masuk dalam kategori kemiskinan ekstrem menjadi prioritas. Paket “9 Bahan Pokok” didistribusikan dengan satu tujuan mulia: Memastikan tidak ada dapur yang tidak berasap saat lebaran tiba.
Kita tidak ingin melihat ada orang tua yang termenung sedih karena tak mampu menyajikan hidangan di hari raya, atau anak-anak yang kehilangan keceriaannya karena kemiskinan merenggut hak mereka untuk merayakan kemenangan.
Pembagian paket sembako ini adalah cara PIISEI mengatakan kepada mereka: “Kalian tidak sendirian, kalian berhak untuk bahagia di hari fitri ini.”
Sinergi antara PIISEI Pusat dan Daerah Samarinda ini adalah bukti bahwa koordinasi yang baik akan menghasilkan dampak yang nyata. Paket yang berasal dari PIISEI Pusat disalurkan dengan penuh ketelitian oleh PIISEI Cabang Samarinda agar tepat sasaran, menyentuh keluarga miskin perkotaan yang paling membutuhkan.
Sehari sebelum pembagian paket sembako tersebut, telah dilakukan survei pendahuluan pemetaan titik titik pembagian agar bantuan tepat sasaran secara langsung.
Menjelang gema takbir yang segera berkumandang, mari kita selipkan doa untuk para penggerak di PIISEI. Semoga langkah kaki mereka dalam menjalankan tugas sosial ini senantiasa dikuatkan dan menjadi ladang amal jariyah yang tak terputus.
Allahuakbar, Allahuakbar, Allahuakbar Walillahilhamd…!!
Selamat menyambut Idul Fitri 1447 H. Mari terus merajut benang kepedulian, karena sekecil apa pun bantuan kita, itu adalah harapan besar bagi mereka yang membutuhkan. (ASE)