BKKBN Kaltim Benahi Tata Kelola Alokon, Jamin Pasar KB Lancar

Kepala BKKBN Kaltim Sunarto (depan-kiri) saat pertemuan di Kabupaten Paser). (Foto: BKKBN Kaltim)

 199 total views,  60 views today

Samarinda, wartaikn.com — Ketersediaan alat dan obat kontrasepsi atau alokon menjadi urat nadi pelayanan Keluarga Berencana yang andal.

Demi menjaga kelancaran pasokan hingga ke pelayanan paling bawah, Perwakilan Kemebdukbangga/BKKBN Provinsi Kalimantan Timur melakukan peninjauan sekaligus pembinaan langsung ke Kabupaten Paser dan Penajam Paser Utara (PPU), 29 September–2 Oktober 2026.

Langkah ini menyasar pengelolaan alokon secara menyeluruh, dari perencanaan, penyimpanan, pendistribusian, hingga pencatatan, agar tepat jenis, tepat jumlah, tepat mutu, tepat waktu, dan tepat sasaran bagi seluruh pasangan usia subur.

Rangkaian kegiatan dimulai di Kabupaten Paser pada Selasa (29/9), tim meninjau langsung Gudang Alokon DPPKBP3A Kabupaten Paser, Puskesmas Tana Grogot, Klinik Bunda Harapan, hingga Puskesmas Senaken.

Sehari berikutnya, digelar diskusi partisipatif di lingkungan Bappeda Paser yang melibatkan beragam pemangku kepentingan: IBI, BKAD, BPJS, Dinas Kesehatan, serta perwakilan fasilitas pelayanan kesehatan.

Kemudian pada Kamis (1/10), giliran Kabupaten PPU yang dikunjungi — mencakup Puskesmas Waru, Petung, Penajam, dan Gudang Alokon DP3AP2KB setempat. Hari berikutnya, pembinaan diperdalam melalui pemaparan narasumber dari BPOM Balikpapan dan BKAD PPU di Balai Penyuluh KB Penajam, Jumat (2/10).

Tiga Tantangan Diatasi

Kepala Perwakilan BKKBN Kaltim Sunarto, menegaskan bahwa pengelolaan alokon belum sepenuhnya ideal. Terdapat tiga persoalan mendasar yang menjadi fokus perbaikan:

Pertama, ketimpangan stok. Ada tempat kehabisan (stockout), sementara wilayah lain justru kelebihan yang berisiko kadaluarsa.

Kedua, kapasitas pengelola terbatas. Pengetahuan dan keterampilan tenaga logistik masih beragam di setiap tingkatan pelayanan.

Ketiga, sarana penyimpanan belum standar. Belum semua gudang memenuhi syarat kualitas dan keamanan penyimpanan obat

Selain itu, pemanfaatan data dari Sistem Informasi Rantai Pasok Alokon (SIRIKA) masih perlu didorong lebih jauh agar menghasilkan data real-time yang akurat sebagai dasar pengambilan keputusan yang cepat dan tepat.

Menyusun Peta Kondisi

Peninjauan dan pembinaan ini bukan sekadar memeriksa stok di rak gudang. Tujuannya menyusun peta kondisi riil lapangan, mengenali kendala secara langsung, lalu merumuskan solusi agar alokon selalu tersedia saat dibutuhkan.

Standar operasional prosedur mulai dari penerimaan, penyimpanan, penyaluran, hingga pemusnahan akan diperketat di setiap puskesmas.

“Kami ingin tata kelola alokon semakin tertib, akuntabel, dan peka terhadap kebutuhan nyata masyarakat, agar pelayanan KB berjalan lancar, berkelanjutan, dan Program Bangga Kencana di Kalimantan Timur semakin kokoh,” ujar Sunarto.

Semua upaya ini bermuara pada tiga hal, yakni informasi yang tepat, pilihan yang bijak, keluarga yang sehat.

wartaikn.com @ 2023