Nasib Polder Air Hitam Samarinda

Komunitas pungut sampah
Komunitas GMSS-SKM dan Paddleboard Samarinda saat memungut sampah di Polder Air Hitam Samarinda. (Foto: Paddleboard Samarinda)

 735 total views,  172 views today

Samarinda, wartaikn.com – Langkah sederhana namun mampu mengurangi beban bumi dalam mengurai benda anorganik, komunitas Gerakan Memungut Sehelai Sampah Sungai Karang Mumus (GMSS-SKM) bersama Paddleboard Samarinda memungut sampah di Polder Air Hitam Samarinda.

Hal ini dilakukan karena nasib Polder Air Hitam memprihatinkan, yakni banyak sampah yang berserakan baik di daerah darat, pinggir air, maupun di badan polder yang dibuang oleh pengunjung, sehingga kondisi ini tidak sedap dipandang.

Pemungutan sampah oleh dua komunitas ini merupakan bentuk sindiran kepada warga yang berkunjung ke polder tersebut yang dengan seenaknya membuang sampah di kawasan polder, baik di daerah daratan maupun ke dalam polder.

Padahal di sejumlah titik di polder ini sudah ditempatkan beberapa tempat pembuangan sampah (TPS), namun pengunjung malas melangkah beberapa meter, sehingga mereka lebih memilih melempar ke dalam polder maupun meletakkan sampah tersebut di dekat tempat duduk mereka.

Apakah mereka termasuk generasi malas, karena hanya melangkah beberapa meter saja tapi tidak mau?. Bisa jadi. Atau mereka termasuk warga yang tidak terdidik tentang kebersihan, keindahan, dan keasrian lingkungan?. Mungkin juga!.

Sudah ada yang menyiapkan tempat untuk wisata gratis, walaupun awalnya tempat tersebut untuk pengendali banjir, para pengunjung seharusnya punya kesadaran untuk menjaga dan merawatnya. Cara sangat sederhana, jangan membuang sampah sembarangan, karena TPS sudah ada di kawasan itu.

Untuk itu, GMSS-SKM dan Paddleboard Samarinda berupaya menyadarkan pengunjung agar tidak membuang sampah sembarangan, cara yang dilakukan elegan. Tidak melalui kata-kata, namun langsung memungut sampah yang berserakan di sela bermain paddleboard di polder ini.

Menurut Krisdiyanto, Koordinator Paddleboard Samarinda, sampah yang mereka pungut baik di perairan (polder) maupun kawasan daratnya adalah jenis plastik maupun sampah anorganik lain. Sementara mayoritas sampah yang berserakan dan terapung di polder adalah jenis plastik.

“Pesan teman-teman yang memungut sampah hari ini sangat sederhana, yakni jangan membuang sampah sembarangan karena dapat mencemari lingkungan,” kata Krisdiyanto, saat bersama tim memungut sampah di Polder Air Hitam Samarinda, Sabtu (7/2/2026).

Pesan tersebut tentu merupakan ajakan nyata kepada siapa saja yang mengunjungi polder, bersantai, atau ketika beraktivitas di mana saja agar disiplin membuang sampah ke tempatnya demi keindahan, kebersihan, dan kenyamanan bersama.

Sementara makna dari memungut sampah yang dilakukan dua kelompok ini selain bentuk sindiran dan ajakan, makna lainnya seperti mencegah penumpukan limbah, melindungi habitat alami, serta menjaga ekosistem agar tetap aman bagi makhluk hidup baik yang tampak maupun yang wujudnya renik.

Terlebih di polder ini juga banyak pemancing yang mengharapkan mendapat ikan untuk dikonsumsi. Di sisi lain, plastik yang dibuang ke air dalam polder akan menjadi partikel kecil yang dapat mengakibatkan pencemaran air karena plastik membawa zat kimia.

Berbagai zat kimia dalam plastik seperti bifenil poliklorinasi dan pestisida akan bisa mengontaminasi air sehingga merusak habitat makhluk hidup yang tinggal di air maupun sekitarnya.

Air yang terkontaminasi ini tentu turut meracuni berbagai jenis ikan maupun makanan ikan yang kemudian dikonsumsi oleh ikan, sehingga ikan yang didapat pemancing dan kemudian dikonsumsi juga bisa masuk ke dalam tubuh manusia.

wartaikn.com @ 2023